Tampilkan postingan dengan label jenis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Mei 2021

Pengertian Jalan Dan Jenis-Jenis Jalan Yang Ada Di Indonesia

Jalan yaitu sarana  berupa ruang sirkulasi yang dibuat untuk memudahkan angkutanlewat jalur darat. Jalan sudah ada sejak zaman insan purbayang dipakai untuk berpindah daerah telusuri hutan. Dalam perkembangannya pada zaman dulu manusia hanya mengenal jalan yang terbuat dari tanah dan cuma mampu di lalui dengan berjalan kaki ataupun dengan menggunakan kuda. 

Dalam artikel ini, Arsitur akan membahas secara rinci ihwal jalan, pengertian jalan dan jenis-jenis jalan yang ada di Indonesia.  

Pengertian jalan berdasarkan para hebat


UU nomor 34 tahun 2006 wacana Jalan - disebutkan bahwa jalan yaitu prasarana transportasi darat yang mencakup segala bab jalan, termasuk di dalamnya bangunan suplemen dan peralatan-nya yang diperuntukkan bagi kemudian lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.

Silvia Sukirman (1994) menyebutkan bahwa jalan yaitu jalur-jalur yang di  atas  permukaan  bumi  yang  dengan sengaja  dibentuk  oleh manusia  dengan  banyak sekali bentuk,  ukuran-ukuran  dan  konstruksinya  untuk mampu  dipakai  untuk  menyalurkan  kemudian  lintas  orang,  hewan  dan kendaraan  yang mengangkut barang-barang dari tempat  yang satu ke tempat  yang  yang lain  dengana  cepat  dan  mudah.

Hendarsin (2000) menyebutkan bahwa perkerasan jalan adalah serangkaian kontruksi yang dibangun di atas lapisan tanah dasar untuk menopang jalur kemudian lintas. Perkerasan jalan memungkinkan permukaan jalan lebih infinit dan tahan terhadap perubahan cuaca dibandingkan jalan tanpa perkerasan.

Jenis Jalan


Di zaman modern dengan perkembangan angkutanyang semakin maju, insan membutuhkan jalan tidak hanya untuk dilalui oleh pejalan kaki tetapi juga oleh kendaraan dengan roda. Perkembangan berikutnya manusia mampu jalan dengan perkerasan beton dan aspal. selengkapnya ihwal material jalan ada di postingan berikut.

Baca juga : Jenis jalan berdasarkan materi atau material penyusunnya

Jenis-Jenis Jalan

Ada beberapa cara untuk mengelompokkan jalan-jalan yang ada di Indonesia. Berikut yakni beberapa jenis jalan Berdasarkan berbagai cara pengelompokan yang dikutip dari berbagai sumber :

1. Jenis-Jenis Jalan Berdasarkan Hak Penggunaannya

Jenis jalan berdasarkan hak penggunaannya dan peruntukannya dapat dibagi lagi menjadi berbagai macam selaku berikut :

a. Jalan Umum

Jalan lazim ialah jalan yang bisa digunakan siapa pun biasanya ditawarkan oleh pemerintah dengan menggunakan dana negara. Jenis jalan ini bisa dipakai oleh kendaraan secara gratis. Pembangunan dan perawatan jalan lazim seluruhnya menggunakan dana dari pemerintah. Pembuatan jalan lazim membutuhkan adanya pembebasan lahan supaya tidak terjadi sengketa di kemusian hari.

b. Jalan Tol

Jalan tol tidak terlalu bermakna jalan yang memiliki ukuran besar. Jalan tol yaitu jalan yang penggunaannya berbayar. Apapun jenis jalannya selama itu berbayar maka akan disebut jalan tol. Jalan tol dibuat dengan memakai dana gabungan antara pemerintah dan investor, tujuannya ialah menawarkan jalan bebas kendala dan bebas kemacetan untuk menghubungkan sebuah titik kota dengan yang lainnya secara cepat.

Menurut undang-undang republik indonesia 34 tahun 2004 peraturan pemerintah republik indonesia nomor 38 tahun 2006 menerangkan pembagian jalan sebagai berikut :

2. Jenis-Jenis Jalan Berdasarkan Sistem Jaringan Jalan


Berdasarkan sistem jaringan dan acara yang dijalankan pada suatu Jalan maka dapat dibedakan lagi menjadi beberapa macam sebagai berikut :

a.Jalan Primer

Jalan primer yaitu jenis jaringan jalan dengan peranan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional, dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat-sentra kegiatan. Jalan primer  melayani pergerakan antar sentra acara dimana pusat acara terdiri atas tiga macam ialah sebagai berikut :

  • Pusat Kegiatan Nasional ( BKN )
  • Pusat Kegiatan Wilayah ( PKW )
  • Pusat Kegiatan Lokal ( PKL )

b. Jalan Sekunder

Jalan sekunder ialah jalan yang melayani pergerakan untuk area bukan pusat kegiatan mirip jalan di kawasan perkotaan. Jalan sekunder juga umumnya menjadi cabang dan perpanjangan dari jalan primer yang melayani aktivitas lain dalam tata cara urban. Jalan sekunder menghubungkan zona antarkawasan di dalam perkotaan yang dikontrol secara berjenjang sesuai dengan fungsi kawasan yang dihubungkannya.

Baca juga : Teknologi jalan yang menyerap air hujan

3. Jenis Jenis Jalan Menurut Fungsinya


Jalan yang kita kenal sebagai jalur kendaraan mampu dibagi menjadi berbagai jenis sesuai dengan fungsi jalan tersebut. Jika dilihat menurut fungsinya, maka jenis-jenis jalan dapat dibedakan mirip yang ditunjukkan dalam sketsa jalan sebagai berikut :

Jenis Jalan

Jalan selaku salah satu prasarana transportasi merupakan komponen penting dalam pengembangan kehidupan masyarakat, dan di Indonesia pembangunan jalan-jalan vital di suatu kawasan dikelola oleh negara sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

a. Jalan Arteri


Contoh Jalan Arteri


Jalan arteri adalah jalan yang dapat melayani angkutan utama dengan tujuan perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi dan jumlah saluran yang dibatasi secara efisien.

b. Jalan Arteri Primer

Jalan ini merupakan jalan yang menghubungkan antar Kota jenjang kesatu yang letaknya berdampingan atau menghubungkan kota jenjang kesatu dengan kota jenjang kedua.

c. Jalan Arteri Sekunder

Jalan Arteri sekunder yakni Jalan yang menghubungkan antara tempat primer dengan kawasan sekunder ke satu atau menghubungkan kawasan sekunder kesatu dengan tempat sekunder kedua.

d. Jalan Kolektor


Jalan Kolektor


Jalan ini ialah jalan yang melayani angkutan pengumpulan atau pembagian kendaraan dengan tujuan perjalanan jarak menengah, kecepatan rata-rata sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi.

e. Jalan Kolektor Primer

Merupakan Jalan yang menghubungkan antar Kota jenjang kedua atau menghubungkan kota jenjang kedua dengan kota jenjang ketiga.

f. Jalan Kolektor Sekunder

Jalan kolektor sekunder ialah Jalan yang menghubungkan antar tempat sekunder kedua atau menghubungkan kawasan sekunder kedua dengan kawasan sekunder ketiga.

g. Jalan Lokal


Jalan Lokal


Jalan lokal yakni jalan yang melayani transportasi lokal setempat dengan tujuan perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah dan jumlah susukan tidak dibatasi.

h. Jalan Lingkungan


Jalan Lingkungan


Jalan lingkungan merupakan jalan yang dirancang untuk perjalanan jarak dekat dengan menggunakan kecepatan rendah dengan asas yang tidak dibatasi. Contohnya mirip jalan di perumahan perumahan yang ada di sekeliling kita.

Baca juga : Proses pengerjaan jalan dengan alat berat
 

4. Jenis-Jenis Jalan Berdasarkan Ruas Jalan

Jenis jalan juga dibagi sesuai dengan ruas jalan yang melalui sebuah daerah. Berdasarkan ruas jalan, maka jenis jalan dapat dibedakan lagi menjadi berbagai jenis selaku berikut :

a. Jalan Nasional

 Jalan adalah sarana  berupa ruang sirkulasi yang dibuat untuk  mempermudah transportasi m Pengertian Jalan dan Jenis-jenis Jalan yang ada di Indonesia
Jalan nasional rute 1 - jalur pantura (by CNN)

Jalan nasional yakni jalan yang dibangun dari APBN. Jalan ini berfungsi menghubungkan ibu kota antar provinsi. Hingga tahun 2014 jalan nasional di Indonesia sudah ada sepanjang 38000 km dan terus berkembang sehingga pada tahun 2015 mencapai 47000 km dan akan terus berkembang di berbagai kawasan di Indonesia.

b. Jalan Provinsi

Jalan provinsi ialah jalan yang dibangun dari dana APBD provinsi bersangkutan. Jalan ini menghubungkan antara ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten atau menghubungkan ibukota provinsi dengan Kotamadya atau juga menghubungkan antar ibukota kabupaten atau antar ibukota kabupaten dengan Kotamadya. Setiap provinsi memiliki Jalan provinsi masing-masing dengan nama jalan yang berlawanan-beda.

Jalan provinsi - jalan Trans Flores - [img : google map]


Contoh jenis jalan provinsi adalah Jalan Trans Flores atau disebut juga dengan Jalan Lintas Flores yang menghubungkan semua kabupaten yang ada di pulau Flores. Jalan provinsi umumnya yakni jalan yang paling cantik dan jalan yang paling lebar diantara jalan lainnya di bawah jalan nasional.

c. Jalan Kabupaten

Sesuai namanya Jalan Kabupaten ialah jalan yang dibangun berdasarkan dana APBD Kabupaten yang bersangkutan. Jalan yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota Kecamatan, ibukota kabupaten dengan sentra desa, antar ibukota Kecamatan ibukota kecamatan dengan sentra desa atau Jalan yang menghubungkan antara pusat desa.

d. Jalan Kota

Jalan-jalan yang dibangun dengan dana APBD Kota yang bersangkutan. Jalan ini menghubungkan daerah perkotaan mirip pada jaringan Jalan sekunder.

e. Jalan Desa

Jalan desa merupakan jalan yang dibangun dari dana APBD kota atau Kabupaten yang bersangkutan namun dilimpahkan kepada desa. Jalan ini melayani angkutan di kawasan pedesaan tersebut.

f. Jalan Non Status

Jalan ini merupakan jalan yang dibuat secara Swadaya oleh individu maupun kelompok tertentu dengan tujuan tertentu pula. Misalnya Jalan yang menghubungkan gedung-gedung di kampus yang memiliki luas lahan cukup besar.

Baca juga : 8 Elemen Perancangan Kota
 

5. Jenis-Jenis Jalan Berdasarkan Kelas

Berdasarkan perhitungan dimensi panjang, lebar maupun bobot yang mampu ditanggung oleh sebuah jalan dapat dibedakan selaku berikut :


Kelas Jalan


Bobot jalan yang dimaksud ialah bobot pada muatan sumbu terberat (MST) dari suatu kendaraan. Penjelasannya mampu dilihat pada gambar berikut ini :


MST Kendaraan

Baca juga : Sempadan jalan dalam menciptakan rumah

6. Jenis-Jenis Jalan Berdasarkan Kelas Prasarana


Berdasarkan kelas prasarana yang ada maka jenis-jenis Jalan dapat dibedakan sebagai berikut :

a. Jalan Bebas Hambatan

Jalan bebas kendala merupakan jalan yang memiliki prasarana yang dapat menghemat hambatan perjalanan. Sehingga jalan bebas hambatan memiliki pengendalian jalan masuk masuk secara sarat , tidak boleh ada persimpangan sebidang, dilengkapi pagar ruang milik jalan, dilengkapi dengan median, setidaknya memiliki dua lajur setiap arah dan lebar setiap lajur paling sedikit 3,5 meter.

b. Jalan Raya

jalan raya bandung [img : google map]

Jalan Raya ialah jalan umum untuk kemudian lintas secara terus menerus dengan pengendalian akses masuk secara terbatas. Jalan ini dilengkapi dengan median, paling tidak ada dua lajur setiap arah dengan lebar minimum 3,5 meter. Contoh contohnya Jalan Raya Bandung di Jabar, Jalan Raya Sesetan di Denpasar Bali, dan lainnya.

c. Jalan Menengah

Jalan menengah yakni jalan lazim dengan tujuan perjalanan jarak sedang dan pengendalian kanal masuk yang tidak dibatasi. Jalan ini mempunyai paling sedikit dua lajur untuk dua arah dengan lebar lajur paling sedikit yakni 7 m.

d. Jalan Kecil

Jalan kecil merupakan jalan biasa yang melayani kemudian lintas setempat setempat. Jalan ini setidaknya mempunyai dua lajur untuk dua arah dengan lebar lajur paling sedikit 5,5 meter.


Demikianlah jenis-jenis jalan yang diketahui Indonesia. Jalan juga merupakan salah satu dari 8 Elemen perancangan kawasan kota. Semoga artikel ini mampu berguna dan dapat memperbesar pengetahuan bagi pembaca. Terima kasih sudah berkunjung.


Sumber, Referensi dan Daftar Pustaka :
  • UU No 34 Tahun 2006 perihal Jalan
  • Sukirman Silvia. 1994. "Dasar – Dasar Perencanaan Geometrik Jalan". Penerbit Nova: Bandung

Sumber https://www.arsitur.com/

Sabtu, 22 Mei 2021

Tipe Struktur Basement

 Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau  Tipe Struktur Basement
Basement


Basement yaitu sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau sebagian terletak di bawah tanah. Berdasarkan tata cara bantuan yang dipakai, maka struktur basement mampu dibedakan sebagai berikut ini :

Tipe A – Perlindungan Tanki (Tanked Protection)

 Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau  Tipe Struktur Basement
Tipe A – Perlindungan Tanki (Tanked Protection)
Struktur tidak mempunyai sumbangan integral untuk melawan penetrasi air tanah dan selanjutnya sangat bergantung pada lapisan membran kedap air (waterproofing membrane).

Sistem struktur anti air yang diseleksi mesti mampu menanggulangi tekanan hidrostatik dari air bawah tanah, bersama dengan lapisan yang ada sesuai dengan beban yang ditumpu.
 
Struktur tembok dapat memakai pratekan (prestressed), beton yang dikuatkan atau beton polos ataupun batuan keras dengan tata cara struktural kedap air digabungkan secara eksternal selama konstruksi. Atau mampu dipraktekkan secara internal pada basement yang sudah tamat dibangun.
 Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau  Tipe Struktur Basement
Tipe A – Perlindungan Tanki (Tanked Protection)

Tembok batuan keras (masonry) bisa jadi memerlukan penambahan semen untuk menciptakan permukaan yang cukup  anggun  untuk  menerima  sistem  kedap  air  yang  diharapkan. Bentuk  konstruksi  ini  cukup mumpuni tergantung dari metode kedap air (waterproofing) yang digunakan, juga menciptakan ketahanan yang tingggi dari pergerakan air tanah.

Baca juga :  Apakah Semen Lama Kualitasnya Turun ?
                              

Tipe B – Perlindungan integral terstruktrur (structurally integral protection)

Struktur membutuhkan pembangunan struktur itu sendiri untuk dibangun selaku kulit integral tahan air. Pembangunan beton yang dikuatkan atau pratekan yang tanpa alternatif lain, struktur basement haruslah  dirancang  dengan  parameter  yang  pasti  dan  ketat  untuk  memastikan  ketahanan  airnya.

Tipe B – Perlindungan integral terstruktrur (structurally integral protection)


Kebanyakan desain mesti dibangun sesuai dengan rekomendasi BS 8007 atau BS 8110, yang memperlihatkan petunjuk kwalitas beton dan jarak antar tulangan.

Tanpa adanya komplemen membran yang terpisah, bentuk konstruksi ini mampu dikatakan tidak sama tahannya kepada air dan pergerakan uap air seperti tipe A atau C.

Baca juga : Daya Tahan Beton Dipengaruhi oleh Faktor Berikut Ini

Tipe C – Perlindungan dengan pengaliran (drained protection)

Struktur menggabungkan rongga alir di antara struktur basement. Ketergantungan permanen dari pada rongga ini untuk mengumpulkan air tanah sepanjang palung rembesan struktur dan langsung meneruskan air tersebut ke pembuangan air dari drainase atau dengan pemompaan.

Tipe C – Perlindungan dengan pengaliran (drained protection)


Struktur tembok mampu memakai pratekan (prestressed), beton yang dikuatkan atau beton polos  ataupun  batuan  keras.  Tembok  basement  bab  luar  harus  memiliki  ketahanan  yang  cukup terhadap air untuk menentukan rongga air yang ada hanya mendapatkan limpahan air yang terkontrol. Jika tidak, metode rongga ini tidak mampu mengatasi air bah melalui batas limpahan air utamanya selama keadaan tornado/banjir.

Bentuk konstruksi ini cukup mumpuni tergantung dari metode kedap air (waterproofing) yang dipakajuga menciptakan ketahanan yang tingggi dari pergerakan air tanah.

Tipe C – Perlindungan dengan pengaliran (drained protection)

Sumber https://www.arsitur.com/

Kamis, 29 April 2021

Pembagian Terstruktur Mengenai Jenis Mall Dan Pusat Perbelanjaan

Mall ialah suatu pusat perbelanjaan yang terdiri dari kompleks pertokoan dimana terjadi acara perdagangan maupun pertukaran barang dan jasa serta selaku tempat berkumpul dan berekreasi. Sementara Cara pembagian terstruktur mengenai atau pengelompokan mall dan sentra perbelanjaan ada berbagai jenis selaku berikut :

 Mall merupakan suatu pusat perbelanjaan yang terdiri dari kompleks pertokoan dimana terja Klasifikasi Jenis Mall dan Pusat Perbelanjaan
Klasifikasi Jenis Mall dan Pusat Perbelanjaan


Berdasarkan jenis barang yang dijual 

Dikutip dari Nadine Beddington , Design for Shopping Centers. Dari jenis barang yang di jual dalam sebuah mall, dikelompokkan berdasarkan beberapa tipe yakni :

1. Demand (permintaan)

Yaitu sentra perbelanjaan yang memasarkan keperluan sehari-hari yang juga merupakan kebutuhan primer. Misalnya sentra pemasaran sembako, busana maupun masakan jadi.

2. Semi Demand (setengah seruan)

Yaitu sentra perbelanjaan yang memasarkan barang-barang untuk kebutuhan tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya adalah pusat penjualan kendaraan, perlengkapan elektronik dalam rumah tangga.

3. Impuls (barang yang mempesona)

Yaitu sentra perbelanjaan yang memasarkan barang-barang glamor yang menggerakkan hati pelanggan pada waktu tertentu untuk membelinya. Misalnya sentra pemasaran jam tangan dan embel-embel.

4. Drugery

Yaitu pusat perbelanjaan yang menjual barang-barang yang bersifat bersih seperti contohnya sabun, wewangian dan lain-lain. Drugery merupakan jenis store khusus yang lazimnya memiliki tempat tersendiri dalam sebuah sentra perbelanjaan.

Baca juga : Pengertian / Definisi Mall Menurut Beberapa Ahli

Berdasarkan Skala Pelayananan

Berdasarkan skala pelayanan, pusat perbelanjaan dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :

1. Pusat perbelanjaan setempat (neighborhood center)

Pusat perbelanjaan kelas ini memiliki jankauan pelayanan yang meliputi 5.000 sampai 4.000 penduduk (skala lingkungan). Luas bangunan berkisar antara 2.787-9.290 m2. Unit pemasaran paling besar pada sentra perdagangan kelompok ini ialah supermarket.

2. Pusat perbelanjaan distrik (community center)

Pusat perbelanjaan kelas ini mempunyai jangkauan pelayanan 40.000 sampai 150.000 penduduk (skala daerah), dengan luas bangunan berkisar antara 9.290-27.870 m2. Unit-unit unit-unit penjualannya terdiri atas junior departement store, supermarket, dan toko-toko.

3. Pusat perbelanjaan regional (main center)

Pusat perbelanjaan kelas ini memiliki jangkauan pelayanan seluas daerah dengan 150.000 hingga 400.000 penduduk, dengan luas bangunan 27.870-92.990 m2. Pusat perbelanjaan golongan ini berisikan 1-4 departement store dan 50-100 toko retail, yang tersusun mengitari pedestrian, dan dikelilingi oleh area parkir (the Community zBuilders Council of ULI-the Urban Land Institue, 1977:23).

Baca juga : Prinsip Perancangan Mall dan Pusat Perbelanjaan

Berdasarkan Sistem Transaksi

Berdasarkan sistem transaksinya, sebuah pusat perbelanjaan dapat dibedakan selaku berikut:

1. Toko Grosir

Toko grosir ialah toko yang menjual barang dalam partai besar. barang-barang tersebut umumnya disimpan digudang atau ditempat lain, sedangkan yang ada ditoko grosir hanya misalnya. oleh sebab penjuakan dilaksanakan dalam partai besar, lazimnya etalase pada toko grosir hanya membutuhkan kawasan yang relatif kecil, sedangkan bagian terbesarnya yakni gudang daerah menyimpan persediaan.

Aktivitas lain yang juga termasuk acara penting dalam toko ini ialah pengepakan. oleh alasannya penjualannya dikerjakan dalam jumlah besar sekaligus maka pengepakan membutuhkan ruag tersendiri yang juga relatif besar, yaitu ruang dropping barang. Area ini semestinya berdimensi cukup besar yang memungkinkan kendaraan pengangkut barang berhenti pada proses pembongkaran atau pemuatan belanjaan.

2. Toko Eceran

Menjual barang dalam partai kecil atau per satuan barang. Toko eceran lebih banyak menawan pembeli sebab tingkat kombinasi barangnya yang tinggi. Pada tokosemacam ini, area display barang barang jualan membutuhkan ruang dengan dimensi yang relatif besar untuk mewadahi variasi barang jualan yang tinggi. Sebaliknya, gudang mungkin cuma memerlukan area dengan dimensi yang lebih kecil. Area dropping barang bukan ialah area vital pada toko jenis ini.

Baca juga :  Jenis Tipologi Fasilitas/Bangunan dalam Suatu Kawasan

Berdasarkan Lokasi

Berdasarkan lokasi dan sasaran konsumennya, sentra perbelanjaan mampu dibedakan menjadi berbagai macam sebagai berikut :

1. Pasar (market)

Merupakan kelompok akomodasi perbelanjaan sederhana (toko, kios dan sebagainya) yang berada di sebuah area tertentu pada suatu daerah dan didominasi memasarkan kebutuhan primer masyarakat. Pengelolaan barang dan jasa pada pusat perbelanjaan ini dikerjakan secara tradisional ialah dengan tata cara transaksi langsung dengan duit tunai.

2. Shopping street

Merupakan pengelompokan fasilitas perbelanjaan yang berisikan formasi toko atau kios terbuka pada suatu penggal jalan.

3. Shopping precint

ialah kompleks pertokoan terbuka yang menghadap pada sebuah ruang terbuka yang bebas. Perbelanjaan ini umumnya tumbuh di akrab objek wisata maupun tempat rekreasi.

4. Shoping center

Merupakan pengelompokan kemudahan perbelanjaan (toko dan kios) yang berada pada satu atap. didominasi memasarkan keperluan sekunder dan tersier.

5. Departement store

Merupakan wadah jual beli eceran besar dari berbagai jenis barang yang berada di bawah satu atap. Transaksi dibantu oleh tenaga pramusaji untuk membantu pelanggan.

6. Supermarket

Merupakan toko yang menjual barang keperluan sehari-hari dengan cara pelayanan mampu berdiri diatas kaki sendiri (self service).

7. Superstore

Merupakan pusat perdagangan dengan luas area pemasaran lebih dari 2.500m2 . pada umunya luas superstore berkisar antar 5.000 m2 hingga dengan 7000 m2. Superstore ini terletak dipusat kota dan menggunakan self service.

8. Hypermarket

Merupakan bentuk ekspansi superstore, dengan luas lantai minimum 5000 m2. Barang yang dijual di hypermarket lazimnya juga lebih lengkap mulai dari kebutuhan primer, perabotan, elektro sampai barang-barang mewah

9. Shopping mall

Merupakan suatu plaza lazim, jalan-jalan umum atau sekumpulan metode dengan belok-belokan dan dirancang khusus untuk pejalan kaki. Makara, mall bisa disebut jalan pada area sentra perjuangan yang terpisah dari kemudian lintas biasa , tetapi mempunyai susukan gampang terhadapnya, selaku tempat berjalan-jalan, duduk-duduk, berleha-leha dan dilengkapi dengan bagian-unsur dekoratif untuk melengkapi kenyamanan dalam menikmati situasi.

10. Town Square

Merupakan pusat perbelanjaan tingkat internasional yang unik dilengkapi area wisata independen dengan kemudahan pendukung yang cocok dengan keperluan pasar.

Demikianlah perihal jenis mall dan pusat perbelanjaan. Semoga berguna dan terima kasih.

Sumber https://www.arsitur.com/

Senin, 26 April 2021

Jenis-Jenis Lift Dalam Bangunan

Sahabat pasti sudah tidak asing dengan lift, dalam postingan ini Arsitur akan membicarakan perihal jenis-jenis lift  yang ada pada bangunan. Masing-masing jenis lift mempunyai peruntukan dan keunggulan tersendiri .

Pengertian Lift

Elevator ( lift ) yakni alat transpotasi pada bangunan yang bergerak secara vertikal yang menjinjing penumpang, perlengkapan, dan muatan dari satu tungkat ketingkat yang lain. Lift umumnya digerakan oleh motor penggerak yang diletakan di bagian atas atau bab bawah lift.

Jenis Lift Berdasarkan Sistem Geraknya

Sesuai dengan metode penggeraknya, maka lift mempunyai  dua macam type yaitu : Lift elektrik dan Lift hidrolik. Berikut penjelasannya.

 Sahabat pasti sudah tidak asing dengan lift Jenis-jenis Lift dalam Bangunan
Lift Elektrik dan Hidrolik


Lift Elekrtik

Lift elektrik terdiri dari sebuah tabung yang di pasang pada rel pemandu, didukung oleh kabel pengerek, dan dikemudikan oleh mesin penggeraak elektis pada mesin lift. Gambar di sebelah kiri ialah tata cara lift elektrik dengan mesin lift yang berada di atas lift dan lazimnya diletakan di rooftop bangunan (di atas atap).

Lift Hidrolik

Lift hidrolik terdiri dari sebuah tabung yang didukung oleh piston yang bergerak searah atau bertentangan dengan cairan yang diberi tekanan. Tidak diharapkan rumah lift, tapi lift hidrolik memiliki kecepatan rendah dan panjang piston membatasi penggunaannya cuma pada bangunan enam lantai. Mesin lift hidrolik umumnya diletakan di atas atap namun pendorong hidrolik diletakan dibawah lift. Gambar di sebelah kanan merupakan pola sistem lift hidrolik.

Baca juga : Standar Perencanaan Tangga : Syarat Tinggi, Lebar dan Panjang Pijakan

Jenis Lift Berdasarkan Fungsinya

Pemilihan kapasitas-kapasitas lift akan menetukan jumlah lift yang menghipnotis pula kualitas pelayanan gedung, khususnya proyek-proyek komersil. Lift juga memiliki bermacam-macam jenis sesuai dengan fungsinya, adalah:

1. Lift Penumpang

 Sahabat pasti sudah tidak asing dengan lift Jenis-jenis Lift dalam Bangunan
Lift Penumpang

Passenger elevator atau lift penumpang biasanya dipasang pada rumah tinggal, ruko, gedung rendah, medium, bahkan high rise. Jenis ini merupakan lift yang paling banyak dipakai di seluruh dunia dan Indonesia khusunya.

2. Lift Barang

 Sahabat pasti sudah tidak asing dengan lift Jenis-jenis Lift dalam Bangunan
Lift Barang

Setiap gedung bertingkat banyak baik dalam bentuk perkantoran, flat, atau penggunaan gabungan dengan gedung komersiil pasti membutuhkan sarana sirkulasi vertical untuk barang di samping untuk orang. Kriteria untuk lift barang yang penting ialah ukuran dan berat barang yang mesti dimuat.

Dalam gedung- gedung dengan penggunaan campuran (mixed use) sering kali lift barang juga mesti mampu melayani angkutan orang terutama pada jam-jam sibuk. Perkiraan yang mampu dipakai dalam perencanca ialah untuk setiap 5 lift dibutuhkan 1 lift barang.

Kapasitas lift barang berkisar antara 1-5 ton dengan ukuran dalam antara 1.60 x 2.10 m hingga 3.10 x 4.20 m dan kecepatan bergerak 1.5 – 2 m/detik maximum atau rata-rata 0.25 –1 m/detik.

3. Lift service

 Sahabat pasti sudah tidak asing dengan lift Jenis-jenis Lift dalam Bangunan
Lift Service

Lift ini juga ialah lift penumpang, tetapi fungsinya dikhususkan bagi karyawan gedung tersebut atau untuk menjinjing barang barang yang kecil. Lift ini banyak kita temui di gedung perkantoran. Lift service diletakan di bagian belakang bangunan semoga tidak terlihat oleh tamu yang datang.

Baca juga : Perancangan Ramp pada Bangunan

4. Lift rumah sakit

 Sahabat pasti sudah tidak asing dengan lift Jenis-jenis Lift dalam Bangunan
Lift Pasien

Lift ini digunakan di rumah sakit untuk menenteng kawasan tidur pasien, oleh alasannya adalah itu ukurannya diubahsuaikan dengan ukuran daerah tidur standar rumah sakit. Brankar yang menjinjing pasien haru mampu masuk dengan lega ke dalam lift dan ditemani dengan perawat yang membawanya. Standar lift rumah sakit mempunyai tingkat keselamatan yang lebih tinggi, mirip adanya pegangan tangan atau railing untuk pengguna bangku roda.

5. Observation Elevator

 Sahabat pasti sudah tidak asing dengan lift Jenis-jenis Lift dalam Bangunan
Observation Elevator

Lift jenis ini fungsinya sama mirip lift penumpang, hanya saja bedanya sebagian besar dinding atau pintu lift ini yang dibuat dari kaca. Sehingga memungkinkan penumpangnya mampu menyaksikan ke arah luar. Lift jenis ini banyak kita jumpai di mall, hotel, atau gedung-gedung yang tidak terlampau tinggi yang memiliki pemandangan indah.


Demikianlah mengenai jenis-jenis lift dalam bangunan, agar berguna. Terima Kasih.

Sumber https://www.arsitur.com/

Kamis, 04 Maret 2021

Klasifikasi Bangunan Gedung Berdasarkan Peraturan Pemerintah

Suatu bangunan gedung dapat mempunyai lebih dari satu fungsi atau kombinasi fungsi dalam bangunan gedung, contohnya variasi fungsi residensial dan fungsi perjuangan, mirip bangunan gedung rumah-toko (ruko), rumah-kantor (rukan), apartemen-mal, dan hotel-mal, atau variasi fungsi-fungsi perjuangan, mirip bangunan gedung kantor-toko dan  hotel atau mal.

Suatu bangunan gedung dapat memiliki lebih dari satu fungsi atau kombinasi fungsi dalam ba Klasifikasi Bangunan Gedung Berdasarkan Peraturan Pemerintah
Klasifikasi Bangunan Gedung Berdasarkan Peraturan Pemerintah


Agar pemenuhan kriteria teknis setiap fungsi bangunan gedung lebih efektif dan efisien, fungsi bangunan gedung tersebut diklsifikasikan menurut tingkat kompleksitas, tingkat permanensi, tingkat resiko kebakaran, zonasi gempa, lokasi, ketinggian, dan kepemilikan. Pengklasifikasian bangunan gedung ini dikelola dalam Pasal 5 Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 perihal Bangunan Gedung.

Tabel Klasifikasi Bangunan Gedung Berdasarkan Peraturan Pemerintah



KLASIFIKASI BANGUNAN GEDUNG
Tingkat Kompleksitas Sederhana aksara, kompleksitas dan teknologi sederhana
Tidak Sederhana abjad, kompleksitas dan teknologi tidak sederhana
Khusus penggunaan dan persyaratan khusus
Tingkat Permanensi Permanen umur layanan di atas 20 tahun
Semi Permanen umur layanan 5 s/d 10 tahun
Darurat / Sementara umur layanan s/d 5 tahun
Tingkat Resiko Kebakaran Resiko kebakaran tinggi mudah terbakarnya tinggi
Resiko kebakaran sedang gampang terbakarnya sedang
Resiko kebakaran rendah gampang terbakarnya rendah
Zonasi Gempa Zona 1 tempat sangat aktif
Zona 2 tempat aktif
Zona 3 kawasan lipatan dengan retakan
Zona 4 tempat lipatan tanpa retakan
Zona 5 kawasan gempa kecil
Zona 6 kawasan stabil
Lokasi Lokasi Padat di sentra kota
Lokasi Sedang di kawasan pemukiman
Lokasi Renggang di kawasan pinggiran kota
Ketinggian Bertingkat Tinggi lebih dari 8 lantai
Bertingkat Sedang 5 s/d 8 lantai
Bertingkat Rendah s/d 4 lantai
Kepemilikan Milik Negara
Milik Badan Usaha
Milik Perorangan

Fungsi dan Klasifikasi bangunan gedung harus sesuai dengan peruntukan lokasi yang dikelola dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota, Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RDTRKP), dan/atau Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Fungsi dan Klasifikasi bangunan gedung diusulkan oleh pemilik bangunan dalam pengajuan permintaan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Dengan mengamati pembagian terstruktur mengenai bangunan di atas diperlukan penduduk lebih peduli dengan resiko-resiko dalam pembangunan sehingga meminimalisasi angka kecelakaan dalam penggunaan bangunan. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca.
Sumber https://www.arsitur.com/

Selasa, 29 Desember 2020

Jenis Lampu, Kelebihan Dan Kekurangannya

Setiap jenis bohlam lampu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Bohlam lampu tertentu melakukan pekerjaan lebih baik di ruang yang berbeda di rumah. Pada artikel ini akan dijelaskan lebih dalam jenis bohlam lampu yang berlainan untuk melihat di mana masing-masing bohlam ini lebih cocok digunakan.

Lampu pijar

Setiap jenis bohlam lampu memiliki keunggulan dan kelemahan masing Jenis Lampu, Kelebihan dan Kekurangannya
Lampu pijar

Lampu pijar yaitu bohlam lampu yang paling lazim dipakai saat ini dan biasanya ialah yang paling murah. Jenis lampu ini memiliki mutu cahaya yang hangat dan mengundang. Cahayanya cocok untuk warna kulit dan menarik secara psikologis.

Lampu pijar umumnya dapat bertahan antara 700 sampai 1.000 jam dan dapat dipadukan dengan dimmer. Namun, lampu ini tidak seefisien energi mirip lampu lain sebab justru banyak mengubah energi listrik menjadi panas dibandingkan dengan cahaya.

Lampu halogen

Setiap jenis bohlam lampu memiliki keunggulan dan kelemahan masing Jenis Lampu, Kelebihan dan Kekurangannya
Lampu halogen

Lampu halogen ialah kombinasi dari jenis lampu pijar yang dikombinasi dengan gas halogen. lampu ini mampu menawarkan warna terdekat dari cahaya alami, yang diketahui sebagai "cahaya putih." Warna terlihat lebih tajam di bawah cahaya halogen dan bohlam lampu dapat dikontrol nyalanya. Lampu ini sedikit lebih irit energi daripada lampu pijar biasa, tetapi lebih mahal dan dapat terbakar pada suhu yang lebih tinggi.

Lampu halogen sering dipakai dalam pencahayaan di dalam lemari, lampu gantung, dan penyimpanan tersembunyi. Ingatlah untuk tidak menggunakan tangan kosong saat mengubah bohlam halogen. Sisa minyak dari tangan manusia dapat menciptakan lampu terlalu cepat menghangat dikala lampu dinyalakan, yang mampu menjadikan bohlam lampu meledak.

Lampu neon

Setiap jenis bohlam lampu memiliki keunggulan dan kelemahan masing Jenis Lampu, Kelebihan dan Kekurangannya
Lampu neon

Fluorescent lamp atau lampu neon adalah jenis lampu yang khas memberi cahaya datar, acuh taacuh, sering kebiru-biruan dan nyalanya cukup jelas. Ini setara dengan cahaya siang hari yang sangat terperinci benderang. Ada banyak jenis lampu fluorescent di pasaran, mulai dari yang memberi kesan hangat, yang cuek dan yang berwarna khusus.

Lampu ini umumnya menghasilkan lebih banyak cahaya dan bertahan lebih usang dari lampu pijar. Lampu neon melakukan pekerjaan dengan baik untuk menerangi area besar mirip aula, swalayan atau ruang keluarga. Seperti di beberapa swalayan di Indonesia yang menggunakan neon yang banyak dan sangat terperinci untuk menarik hadirin.

Lampu neon kompak (CFL)

Setiap jenis bohlam lampu memiliki keunggulan dan kelemahan masing Jenis Lampu, Kelebihan dan Kekurangannya
Lampu neon kompak (CFL)

Compact fluorescent bulbs (CFLs) mengonsumsi seperempat energi yang dilakukan lampu pijar dan bertahan 10 kali lebih usang. Berbeda dengan lampu neon biasa, CFL condong menyala lebih hening, aktif langsung dikala saklar ditekan, dan mempunyai warna yang lebih hangat dan variasi warna yang lebih baik. Lampu ini mampu digunakan di mana saja seperti dikala memakai bohlam lampu pijar yang khas.

CFL mengandung sejumlah kecil merkuri yang ialah zat berbahaya. Meskipun lampu ini mengandung merkuri jauh lebih sedikit daripada barang-barang rumah tangga yang lain, perawatan tetap mesti dijalankan untuk mencegah kerusakan. Ketika CFL terbakar dan rusak, mereka harus didaur ulang dan tidak boleh dibuang.

Lampu LED

Setiap jenis bohlam lampu memiliki keunggulan dan kelemahan masing Jenis Lampu, Kelebihan dan Kekurangannya
Lampu LED

LED merupakan abreviasi dari "light-emitting diode," yakni teknologi pencahayaan modern yang tahan lama dan sangat irit energi, namun belum siap untuk menggantikan fungsi semua lampu yang lain. Lampu jenis ini cuma menawarkan cahaya yang terarah, bukan cahaya yang menyebar.

Lampu LED ideal untuk penerangan di bawah meja, namun tidak selaku penerangan ruangan umum. Untuk mengatasinya, versi-model baru berisikan susunan besar LED yang dikelompokkan bersama membentuk bola, namun dengan harga lima sampai enam kali lebih tinggi dari CFL.

Baca Juga : 15 Kelebihan Lampu LED dibanding jenis lampu lainnya.

Demikianlah tentang banyak sekali jenis bohlam lampu yang mampu digunakan untuk menerangi ruangan kita dikala ini. Teknologi lampu terus berkembang dan semoga artikel ini dapat berfaedah dan membuka wawasan sahabat-teman semua mengenai lampu.
Sumber https://www.arsitur.com/

Rabu, 16 Desember 2020

Jenis Dan Tipe Semen Portland Serta Perbedaannya

Portland Cement (PC) atau yang kita kenal dengan semen biasa yakni jenis semen yang paling umum dipakai di Indonesia. Semen Portland yaitu jenis semen manfaatnya bersifat umum dan tidak butuhperlakuan khusus. Semen PC ini sering digunakan dalam bangunan rumah tinggal sederhana hingga gedung-gedung bertingkat tinggi, bangunan publik, jalan dan jembatan.

 atau yang kita kenal dengan semen biasa adalah jenis semen yang paling umum digunakan di  Jenis dan Tipe Semen Portland serta Perbedaannya
Jenis Portland Cement yang Beredar di Pasaran

Beberapa brand semen yang pernah populer mirip semen tiga roda, semen gresik, semen padang, semen tonasa, semen holcim dan masih banyak lagi brand produk semen dipasaran ialah contoh merek semen portland. Namun di dalam kelompok semen PC ini terdapat, masih terbagi menjadi 5 jenis selaku berikut :

Semen Portland Type I

Adalah semen yang dihasilkan dengan cara menggiling klinker yang kandungan khususnya kalsium silikat dan digiling gotong royong dengan materi perhiasan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat. Komposisi senyawayang terdapat pada tipe ini ialah 49% (C3S), 25% (C2S), 12% (C3A), 8% (C4AF), 2,8% (MgO), 2,9% (SO3).

Semen Portland tipe I dipergunakan untuk pengerasan jalan, gedung, jembatan, dan lain-lain jenis konstruksi beton yang tidak ada kemungkinan menerima serangan sulfat dari tanah dan timbulnya panas hidrasi yang tinggi.

Jenis semen portland tipe I ini tergolong semen biasa yang banyak dipakai masyarakat dan sering dipakai untuk kontruksi bangunan biasa. Semen ini ialah salah satu jenis semen yang paling banyak dijual di pasaran.

Semen Portland Type II

Semen jenis ini dalam penggunaannya menghasilkan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang. Komposisinya: 46% (C3S), 29% (C2S), 6% (C3A), 11% (C4AF), 2,9% (MgO), 2,5% (SO3).

Semen Portland tipe II dipergunakan untuk bangunan tepi bahari, bendungan, dan irigasi, atau beton kala yang memerlukan panas hidrasi rendah dan keadaan permukaan yang banyak terpapar sulfat.

Semen Portland Type III

Semen jenis ini dalam penggunaannya menghasilkan kekuatan yang tinggi pada fase permulaan sesudah terjadi pengikatan. Kadar C3S-nya sangat tinggi dan butirannya sungguh halus.

Semen Potland tipe III dipergunakan untuk bangunan yang memerlukan kekuatan tekan yang tinggi (sungguh berpengaruh) mirip, jembatan-jembatan dan pondasi-pondasi berat.

Semen Portland Type IV

Semen portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah, sehingga kadar C3S dan C3A rendah. Semen Portland tipe IV dipergunakan untuk kebutuhan pengecoran yang tidak menimbulkan panas, pengecoran dengan penyemprotan (setting time lama)

Semen Portland Type V

Semen portland yang dalam penggunaannya hanya memerlukan ketahanan yang tinggi kepada sulfat. Komposisi senyawa yang terdapat pada tipe ini yakni: 43% (C3S), 36% (C2S), 4% (C3A), 12% (C4AF), 1,9% (MgO), 1,8% (SO3).

Semen Portland tipe V dipergunakan untuk instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan dan pembangkit tenaga nuklir. Semen portland tipe V yaitu jenis semen yang khusus dibuat untuk menghadapi lingkungan dengan kadar sulfat tinggi, sehingga semen ini juga dikenal dengan semen portland tahan sulfat.

Semen Portland PPC

Berdasarkan SNI-15-2049-2015 ihwal spesifikasi semen Portland, Portland Composite Cement (PCC) didefinisikan selaku semen komposit yang mengandung pengikat hidrolis hasil penggilingan tolong-menolong klinker semen Portland dan gypsum dengan satu atau lebih materi anorganik atau hasil pencampuran antara debu semen Portland dengan abu bahan organik lain.

Bahanan organik antara lain pozzolan, senyawa silikat, kerikil kapur dengan kadar total bahan anorganik 6-35% dari massa semen. Dari uraian terebut maka PCC termasuk kedalam kategori special blended cement yang mempunyai spesifikasi berlawanan dengan semen OPC.

Demikianlah mengenai jenis semen portland, biar mampu membuka pengetahuan mengenai semen yang beredar di pasaran. Terima kasih.

Referensi :



Sumber https://www.arsitur.com/