Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juni 2021

Kesalahan Ketika Membangun Rumah Yang Mesti Disingkirkan

Pembangunan suatu rumah merupakan hal yang cukup kompleks. Mulai dari penyusunan rencana hingga pelaksanaan konstruksi dan finishing membutuhkan pikiran dan tenaga yang tak sedikit. Ada baiknya memakai jasa konsultan dalam hal ini namun bila pun tidak maka bisa menggunakan tukang dan harus yang bagus.
Pembangunan Rumah membutuhkan perhatian khusus

Lalu apa yang terjadi jika pembangunan tidak dilakukan dengan perencanaan dan pelaksanaan yang matang ? Jika terjadi kesalahan-kesalahan fundamental, akan berakibat fatal. Selain ancaman pada struktur, juga mutu ruang yang dihasilkan akan tidak optimal.

Tentu saja tidak ada pemilik/penghuni yang akan mau menempati bangunan yang kurang baik, maka dari itu harus dihindari kesalahan-kesalahan berikut ini :

1. Pondasi yang Kurang Dalam


Pondasi

Dalam sebuah bangunan, pondasi yaitu bab vital dan salah satu yang paling penting dari suatu bangunan, alasannya memang struktur paling bawah dari suatu rumah ini berfungsi menahan beban bangunan.

Idealnya pemasangan pondasi harus hingga dengan tanah keras, sehingga pondasi akan stabil. Namun, banyak dijumpai rumah yang perletakan pondasinya asal, tidak mengamati posisi tanah, dan seringnya berdasar pengalaman tukang.

Beberapa balasan yang mampu ditimbulkan akhir pondasi yang tidak sesuai hukum diantaranya bangunan menjadi kurang kuat dan stabil, terjadi pergerakan dasar bangunan yang mengakibatkan dinding pecah alasannya pondasi amblas. Yang paling fatal yaitu apabila hingga terjadi keruntuhan bangunan akhir pondasi tidak bisa menahan beban diatasnya.

Baca juga : Rumah Bale, Salah Satu Kekayaan Arsitektur Nusa Tenggara Barat

2. Penulangan Struktur yang Tidak Sistematis

Penulangan Besi

Penggunakan besi dalam membuat beton sangat vital fungsinya. Ada perkiraan khusus dalam penyeleksian dan pemasangan besi tulangan. Namun tidak sedikit orang yang mengabaikannya. Banyak tukang yang cuma berdasar asumsi, sehingga penggunaan besi tulangan kadang-kadang tak begitu mempertimbangkan beban dan cara pengerjaannya.

Beberapa hal yang sering terjadi dalam kesalahan penulangan diantaranya diameter besi tidak sebanding dengan beban, jarak sengkang tidak diamati, jumlah besi tidak sesuai, ikatan kurang besar lengan berkuasa, tidak menggunakan tekuk pada ujung selaku pengait, dll.

Akibatnya bangunan menjadi kurang kuat, kolom atau balok menjadi lengkung, keretakan pada struktur yang berujung pada ambruknya bangunan.

3. Kolom yang tidak Lurus ke atas

Kolom

Kolom yang baik untuk menumpu beban yakni kolom yang lurus ke atas. Untuk menerima kolom lurus membutuhkan perhatian khusus. Karena lumayan menyedot waktu, sering kali kolom dibuat dengan agak tergesa-gesa sehingga posisinya tidak lurus.

Banyak tukang yang asal menciptakan bekisting untuk kolom, entah itu kolom simpel maupun kolom struktur, sehingga posisi kolom tekadang tidak lurus. Hal ini akan menjadi dilema besar ketika ring balok atau balok struktur tidak tepat menumpu pada kolom. Selain itu dampaknya juga akan terasa pada dinding yang menjadi tidak lurus.

Baca juga : Arsitektur Rumah Gadang : Rumah Adat Minangkabau

4. Balok yang tidak Bertumpu pada Kolom

Balok pada bangunan mestinya menumpu di kolom

Banyak tukang yang kurang wawasan sehingga dalam menempatkan balok tidak sempurna diatas kolom. Bisa dijumpai balok yang bertumpu pada dinding atau dikaitkan dengan ring balok pengikat dinding. Akan sangat beresiko bila hal ini terjadi, jika beban yang dipikul balok sungguh berat, maka dinding akan retak dan bisa mengakibatkan keruntuhan bangunan rumah.

 5. Pasangan Dinding yang Miring

Pasangan Dinding harusnya lurus

Dalam memasang dinding bata harusnya lurus dan tidak bergelombang, karena hal ini kuat juga pada kekuatan dinding dalam menahan beban. Sering ditemui sudut ruangan yang tidak siku, hal ini mampu disebabkan sebab dalam pemasangan dinding tidak lurus dan tidak mengamati sudut bangunan. Sudut bangunan yang tidak siku akan sungguh kelihatan bila ruangan dipasang lantai keramik.

Sumber https://www.arsitur.com/

Selasa, 01 Juni 2021

Sasadu, Rumah Adat Halmahera Barat

Sasadu (Eksterior)


Saat berkunjung ke Halmahera Barat, Maluku Utara, traveler akan melihat banyak sekali rumah adab berbentuk unik yang disebut Sasadu. Ini bukan rumah adat sembarangan, melainkan menyimpan rahasia kearifan lokal.

Sasadu ialah rumah budpekerti Suku Sahu yang banyak bertempat tinggal di Kabupaten Halmahera Barat. Di Jailolo yang menjadi ibukota kabupaten ataupun di berbagai desa di sana mirip Hoku-hoku, Tobos dan Lolori, Sasadu dapat ditemukan dengan gampang.

Sasadu


Fungsi utama Sasadu ialah daerah berkumpul warga apalagi bila ada upacara budpekerti, mirip penyeleksian ketua etika dan ketika panen. Sasadu juga dipakai untuk berpangku tangan serta menjamu tamu yang dianggap penting. Bangunan ini terlihat begitu unik dan juga sarat dengan nilai-nilai nyata.

Lantainya dibuat dari semen, dengan pertimbangan lebih mudah dirawat dan dibersihkan. Kerangkanya terbuat kayu, batang pohon kelapa atau bambu. Berbeda dengan kebanyakan bangunan yang menggunakan paku untuk memperkuat sambungan, pasak kayulah yang dipakai di struktur bangunan Sasadu.

Untuk bab atapnya dipilihlah daun kelapa yang lalu diikat dengan tali bambu. Kerangka atapnya diikat dengan tali ijuk yang bersambung tanpa putus.

Baca juga : Rumah Adat Mbaru Niang Wae Rebo Flores

Setiap bentuk yang ada di dalam Sasadu memiliki desain dan arti berlainan. Misalnya bola-bola yang digantung pada bilah kayu di ujung atap menyimbolkan kaki yang artinya kestabilan. Arahnya yang merunduk dan bertentangan dengan atap berarti bahwa insan yang berada di puncak tetap harus rendah hati.

Bagian ujung atap rumah budbahasa suhu Sahu ini sengaja dibentuk lebih pendek dari langit-langit. Supaya semua orang yang masuk harus menundukkan kepala. Ini dibuat untuk mengingatkan orang supaya senantiasa hormat dan patuh terhadap budbahasa istiadat.

Elemen Atap


Jika diperhatikan, pada rumah budbahasa Sasadu di Desa Toboso ada kain merah dan putih yang tergantung di bab sambungan rangka. Rupanya kedua kain beda warna itu mewakili pemeluk agama Islam dan Kristen. Kerukunan antar agama memang memegang tugas penting dalam keseharian masyarakat lokal.

Baca juga : Rumah Adat Matakali Maiwa - Sulawesi Selatan

Itulah banyak sekali makna yang terkandung dalam banyak sekali segi bangunan Sasadu. Hal ini pun menjadi salah satu teladan bahwa bangsa Indonesia berbudi luhur dan kaya akan budaya yang harus dilestarikan.

Sumber https://www.arsitur.com/

Kamis, 01 April 2021

Argumentasi Harga Rumah Sangat Tidak Murah

Memiliki rumah sendiri mungkin merupakan idaman setiap orang, apalagi bagi mereka yang telah berkeluarga. Hal ini alasannya adalah rumah ialah salah satu keperluan utama selain makanan dan busana.

Namun realita yang terjadi, tidak siapa saja bisa mempunyai rumah mereka sendiri. Kenapa mampu demikian ? Kenapa rumah identik dengan sesuatu yang mahal ? Mari kita simak alasan kenapa harga rumah itu mahal.

1. Harga Tanah

Yang menentukan seberapa mahalnya sebuah rumah adalah harga tanah. Tanah selaku daerah berpijaknya suatu rumah ialah hal paling dasar yang harusnya ada sebelum membangun rumah.


 Memiliki rumah sendiri mungkin merupakan idaman setiap orang Alasan Harga Rumah Sangat Mahal
Harga tanah menentukan seberapa mahalnya rumah


Sebidang tanah dihargai beragam sesuai lokasinya. Bila terletak di pinggir jalan besar yang padat pemukiman membuat harga tanah meroket

Itulah kenapa harga rumah di perkotaan relatif lebih mahal ketimbang di pedesaan atau pedalaman. Karena harga rumah sejatinya adalah harga tanah plus bangunan rumahnya.

2. Harga Material

Memiliki modal tanah saja, masih butuh biaya yang lumayan banyak untuk membangun rumah. Terutama untuk membeli banyak sekali macam bahan bangunan yang mempunyai harga relatif tidak murah.

Membangun rumah yang kokoh dan permanen pastinya memerlukan materi yang elok dan berkualitas. Kaprikornus, kian tinggi mutu bahan bangunan, makin tinggi pula harga sebuah rumah.

 Memiliki rumah sendiri mungkin merupakan idaman setiap orang Alasan Harga Rumah Sangat Mahal
Beton, salah satu material utama yang mahal


Material permanen mirip beton, dibuat dari gabungan pasir, koral dan semen. Semakin besar kolom beton, semakin mahal pula harganya. Itulah mengapa harga rumah bertingkat jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga rumah satu lantai, karena membutuhkan lebih banyak beton untuk pelat lantai.

Hal lain yang membedakan harga suatu rumah yaitu material finishing yang digunakan baik yang tampakdari luar rumah maupun dari bab dalam rumah.

Contohnya saja rumah yang memakai lantai marmer memiliki harga yang jauh ketimbang rumah dengan lantai keramik atau lantai semen. Harga sebuah marmer pun beragam, apalagi yang menggunakan pecahan besar.

Satu buah cuilan marmer ukuran 60 x 120 cm mampu berharga sampai 1 juta rupiah. Bayangkan bila dalam sebuah rumah memiliki luas lantai 100 meter persegi. Berapa harga untuk finishing lantai saja ?

3. Ongkos pengerjaan

Selain mahalnya harga bahan bangunan, ongkos pembuatan bangunan juga termasuk cukup mahal. Tentu saja material tidak dapat membangun dengan sendirinya. Perlu tenaga insan untuk mengolahnya.


 Memiliki rumah sendiri mungkin merupakan idaman setiap orang Alasan Harga Rumah Sangat Mahal
Ongkos pekerjaan rumah juga relatif mahal


Ongkos pembuatan tidak cuma terbatas pada biaya tukang saja. Perlunya jasa perencanaan bangunan oleh arsitek maupun desain interior juga sungguh penting semoga hasil bangunan lebih terarah, berfungsi dan terlihat elok.

4. Isi rumah

Selain hal ha tersebut di atas, ternyata masih ada satu bagian lagi yang penting untuk dibahas serta memiliki nilai yang signifikan dalam memperbesar harga rumah.

Hal tersebut yaitu isi rumah berupa furniture, hiasan, serta piranti. Sebuah rumah kosong pastinya mampu dihuni, namun tidak mampu menyediakan aktivitas serta tidak menyanggupi keperluan akan kawasan tinggal.


 Memiliki rumah sendiri mungkin merupakan idaman setiap orang Alasan Harga Rumah Sangat Mahal
Perabotan, Furniture dan hiasan juga menciptakan harga rumah mahal


Harga piranti rumah bermacam-macam, jikalau memilih isi rumah dengan mutu cantik, tentu harganya sangat menakjubkan bahkan mampu melampaui harga bangunan itu sendiri.

Makara, itulah argumentasi kenapa memiliki rumah selaku daerah tinggal yakni sesuatu yang mahal alasannya adalah ialah adonan dari harga harga di atas yang relatif mahal.

Namun mahalnya harga rumah tentunya sepadan dengan fungsi rumah sebagai daerah untuk tinggal dan menjalani kehidupan. Sebagai tempat tumbuhnya sebuah keluarga.

Berteduh dari panas matahari serta berlindung dari dinginnya guyuran air hujan. Dengan demikian hendaknya kita bersyukur mempunyai rumah. Dan untuk yang belum hendaknya bersabar dan semangat berjuang dalam mempunyai rumah harapan.

Sumber https://www.arsitur.com/

Jumat, 12 Februari 2021

Arsitektur Rumah Gadang : Rumah Akhlak Minangkabau

Sejarah Arsitektur Rumah Gadang

 Rumah Gadang adalah sebutan untuk rumah adat Minangkabau dan merupakan rumah tradisional  Arsitektur Rumah Gadang : Rumah Adat Minangkabau
Arsitektur Rumah Gadang : Rumah Adat Minangkabau
Rumah Gadang adalah sebutan untuk rumah budbahasa Minangkabau dan ialah rumah tradisional Indonesia yang sering di jumpai di provinsi Sumatera Barat. Rumah gadang disebut pula dengan nama lain Bagonjong oleh penduduk setempat serta ada juga yang menyebut Rumah Gadang dengan nama Rumah Baanjuang.

Rumah Gadang ini juga banyak ditemui di sumatra barat, Namun ternyata tak semua kawasan di Minangkabau (darek) boleh membangun rumah budbahasa ini. Kepemilikan Rumah Gadang cuma boleh dilaksanakan untuk tempat yang telah mempunyai status sebagai "nagari" saja yang boleh mendirikan Rumah Gadang.

Begitu juga untuk daerah yang disebut dengan rantau, rumah adab ini juga dulunya tidak ada yang dibangun oleh para perantau Minangkabau. Sebagai sebuah hukum akhlak, prinsip ini dipegang teguh sehingga makna tradisi Rumah Gadang tidak hilang.

Arsitektur Rumah Gadang Dan Ciri Khasnya

Rumah Gadang mempunyai ciri khas pada arsitekturnya dengan bentuk puncak atapnya yang runcing mirip tanduk kerbau. Tanduk ini awalnya dibentuk dari bahan ijuk yang bisa bertahan hingga puluhan tahun. Namun seiring kemajuan jaman, atap rumah ini banyak berganti dengan atap seng.

Rumah Gadang ini berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bagian yakni paras dan belakang. Bagian depan pada Rumah Gadang dihiasi dengan ukiran ornamen dan biasanya bermotif akar, bunga, daun serta bidang persegi empat dan genjang.

Sementara bagian luar belakang  biasanya dilapisi dengan pecahan bambu. Rumah tradisional ini disokong oleh tiang-tiang panjang. Bangunan rumah makin ke atas kian besar, tetapi tetap tidak mudah rebah oleh goncangan layaknya pohon.

Setiap unsur dari Rumah Gadang mempunyai makna tersendiri. Makna tersebut dilatari oleh tambo yang ada pada budbahasa dan budaya masyarakat setempat. Inilah yang membuat Rumah Gadang memiliki abjad yang unik.

Pada biasanya Rumah Gadang memiliki satu tangga yang terletak pada bab depan. Sementara dapur dibangun terpisah pada bab belakang rumah yang didempet pada dinding.

Struktur Tahan Gempa pada Arsitektur Rumah Gadang

Karena daerah Minangkabau yang rawan gempa karena berada di pegunungan Bukit Barisan, maka arsitektur Rumah Gadang juga mempertimbangkan desain yang tahan gempa. Seluruh tiang Rumah Gadang ini ternyata tidak ditanamkan ke dalam tanah, namun justru ditumpukan pada kerikil datar yang besar lengan berkuasa dan lebar.

Seluruh sambungan pada setiap konferensi antara tiang dan kasau (kaso) besar tidak memakai paku, tetapi menggunakan pasak yang yang dibuat dari kayu. Ketika gempa terjadi Rumah Gadang mampu bergeser secara fleksibel tanpa roboh, mirip menari di atas kerikil datar daerah tiang strukturnya berdiri.

Begitu juga setiap sambungan yang dihubungkan oleh pasak kayu juga mampu bergerak secara fleksibel. Rumah Gadang yang dibangun dengan benar akan tahan kepada goncangan gempa bumi.

Demikianlah tentang Kekayaan Arsitektur Rumah Gadang, Rumah Tradisional dari Minangkabau yang unik dan tahan gempa. Semoga berguna dan dapat menambah wawasan kita semua.
Sumber https://www.arsitur.com/

Senin, 18 Januari 2021

Rumah Akhlak Matakali Maiwa - Sulawesi Selatan

Rumah Adat Matakali Maiwa adalah sebutan untuk rumah akhlak yang ada di Desa Matajang Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah ini terdibagi atas tiga bagian ialah kepala (atas), badan (tengah), dan kaki (bawah). Ketiga bagian rumah ini menjadi satu kesatuan yang tidak mampu dipisahkan dan sangat memprioritaskan fungsi ruang.

Rumah Adat Matakali Maiwa adalah sebutan untuk rumah adat yang ada di Desa Matajang Kecama Rumah Adat Matakali Maiwa - Sulawesi Selatan
Rumah Adat Matakali Maiwa - img by Zulkarnain AS


Di dalam Rumah Adat Matakali Maiwa terdapat banyak arti filosofi dan makna yang diambil dari penafsiran penduduk terhadap fenomena alam serta budpekerti dan tradisi secara turun menurun dari nenek moyang mereka. Namun seiring kemajuan zaman dan berkembangnya teknologi rumah terbaru, banyak penduduk di sana justru tidak mengetahui makna dari filosofi rumah etika mereka sendiri.

Hasil observasi menawarkan bahwa hirarki spasial vertikal rumah Adat Matakali Maiwa kian ke atas makin agung. Pembagian spasialnya terdiri dari tiga bagian meliputi  “Para” yang berfungsi selaku tempat penyimpanan benda-benda sakral dan alat-alat yang mau dipakai dikala  program budpekerti. “Ale Bola” yakni ruang untuk berkumpulnya pemangku budbahasa, imam desa dan masyarakat dalam acara budpekerti. “Awa Bola” ialah ruang yang digunakan sebagai penyimpanan peralatan kerja dan bahan baku.

Rumah Adat Matakali Maiwa ialah tipe rumah panggung yang berisikan spasial vertikal dan horizontal, spasial tersebut terbentuk oleh tiang-tiang secara vertikal dan pasak secara horizontal. Mattulada dalam Koentjaraningrat (1999) juga menerangkan, bahwa spasial rumah tradisional digolongkan berdasarkan fungsinya, yaitu secara vertikal dan horizontal yang keduanya masing-masing dibagi menjadi tiga bab utama. Dari segi bentuk ruang rumah tradisional Bugis berupa sisi empat memanjang ke belakang yang sering disebut dengan ungkapan sulapaeppamerupakan persepsi kepada alam semesta secara universal.

Rumah Adat Matakali Maiwa dijadwalkan tanpa melibatkan seorang arsitek profesional, melainkan dengan memakai sanrobola, adalah seorang yang mahir di dalam hukum dan falsafah rumah tradisional dan panrita bola (tukang hebat). Perancangan rumah ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari bentuk keserasian hidup antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan insan dengan alam.

Rumah Adat Matakali Maiwa mempunyai makna simbolis sekaligus memiliki sisi fungsional didalamnya. Secara horisontal, pembagian ruang spasial Rumah Adat Matakali identik dengan pembagian ruang rumah tradisional lainnya. Berbeda dengan pembagian ruang spasial secara vertikal, yang didasarkan pada kosmologi mikrokosmos yakni pembagian rumah Bugis dibagi pula atas tiga tingkatan, yaitu: rakkeang (loteng, kepala), allebola(badan rumah), dan awa bola (kolong rumah, kaki).

Rumah Adat Matakali Maiwa adalah sebutan untuk rumah adat yang ada di Desa Matajang Kecama Rumah Adat Matakali Maiwa - Sulawesi Selatan
Para, Ale bola, Awa bola

Tangkeballa

Tangkeballa atau "Para" ialah bab kepala dari rumah Adat Matakali Maiwa yang fungsi utamanya sebagai ruang penyimpanan benda-benda pusaka dan alat-alat yang akan dipakai dikala program budpekerti. Adapun sala satu acara akhlak yang sangat penting bagi warga "Matakali - Matajang" yaitu "maccera tomanurung" yang umumnya digelar sekali dalam kurun waktu 2 tahun.

Aturan adat yang berlaku di rumah adab ini melarang penduduk memasuki bagian para, hanya pemangku adat boleh di naik dan memasuki ruang para ini. Oleh karenanya benda-benda pusaka ditempatkan di loteng rumah sebagai kawasan tertinggi pada struktur bangunan yang ialah tempat paling sakral dan agung.

Alebola

Alebola yakni badan rumah yang berisikan lantai dan dinding yang terletak antara lantai dan para yang mempunyai dimensi ruang yang cukup besar adalah sekitar 22×15 meter berisikan parriwa, bala saji, ruang pertemuan, dan dapur.

Awabola

Awa bola, adalah kolong yang terletak pada bagian bawah rumah, yakni antara lantai dengan tanah. Ruang ini ialah bab yang paling profan yang difungsikan selaku kawasan bekerja pada dikala program MacceraTo’Manurung.

Demikianlah mengenai Rumah Adat Matakali Maiwa memiliki makna simbolis sekaligus mempunyai sisi fungsional didalamnya. Semoga bermanfaat dan dapat memperbesar pengetahuan khususnya perihal arsitektur nusantara.

Referensi :

  • Zulkarnain AS. Hirarki Spasial Vertikal Rumah Adat Matakali Maiwa. 
  • Wasilah & Hildayanti, A., (2016). Filosofi Penataan Ruang Spasial Vertikal Pada Rumah Tradisional Saoraja Lapinceng Kabupaten Barru.
  • AS, Zulkarnain., (2015). Kecenderungan wujud Arsitektur Traditional Duri kepada ArsitekturTradisional Bugis dan Toraja di Kabupaten Enrekang.
  • Saing, A. M. (2010). Arsitektur Tradisional Rumah budpekerti Bugis Makassar. Indira Art. Makassar.
  • Hamka, Antariksa, Lisa Dwi Wulandari. (2015). Hirarki spasial bola ugi Di dusun kajuara kabupaten bone Sulawesi Selatan

Sumber https://www.arsitur.com/

Kamis, 24 Desember 2020

9 Posisi Pintu Masuk Rumah Sesuai Arsitektur Tradisional Bali

Membuat pintu masuk rumah di Bali ternyata dihentikan asal-asalan, ada banyak aspek yang memilih letak suatu pintu masuk rumah tradisional bali. Ketika pekarangan rumah menghadap jalan dengan orientasi ke utara aturannya akan berbeda dengan rumah yang menghadap ke selatan.

Membuat pintu masuk rumah di Bali ternyata tidak boleh sembarangan 9 Posisi Pintu Masuk Rumah sesuai Arsitektur Tradisional Bali
9 Posisi Pintu Masuk Rumah sesuai Arsitektur Tradisional Bali - img by cakepane.blogspot.com


Bali selain punya kekayaan alam budaya ternyata juga menyimpan arsitektur yang melegenda. Di Bali rumah-rumah dan bangunan yang lain senantiasa dibangun atas dasar aturan yang mengacu pada asta kosala kosali dan asta bumi. Aturan ini seperti aturan feng shui di Cina, namun spesifik untuk bangunan tradisional Bali saja.

I Nyoman Suweta, S.Ag dalam bimashindusultra.blogspot.com menyampaikan bahwa dalam membuat pintu keluar-masuk pekarangan rumah, terlebih dahulu karang tersebut dibagi sembilan, lalu ditarik ketekan (hitungan) dari kiri ke kanan. Hal ini juga sama seperti yang ada dalam situs kalenderbali.org wacana posisi terbaik untuk memilih pintu rumah sesuai orientasi mata angin mirip berikut ini :

Pintu Rumah menghadap ke Utara

Membuat pintu masuk rumah di Bali ternyata tidak boleh sembarangan 9 Posisi Pintu Masuk Rumah sesuai Arsitektur Tradisional Bali
ketekan (perhitungan) untuk pemedal (pintu rumah bali) yang menghadap ke utara

Untuk pemedal atau pintu masuk yang menghadap ke Utara, ketekan atau perhitungannya dengan cara membagi 9 lebar lahan dan lalu dijumlah dari Barat ke Timur dengan detail selaku berikut :
  1. Polih arta saking tan becik = mendapat harta dari cara tidak baik (tidak baik)
  2. Sugih = kaya (sangat baik)
  3. Madue Santana = mempunyai anak (baik)
  4. Edalemin anak= kasihan pada orang lain (baik)
  5. Sering meweh = sering sukar (tidak baik)
  6. Sugih = kaya (sangat bagus)
  7. Sugih saking rabi = kaya karena istri (baik)
  8. Meweh saking anak lian= sulit sebab orang lain (tidak baik)
  9. Sering meweh = sering susah/sakit

Pintu Rumah menghadap ke Timur

Membuat pintu masuk rumah di Bali ternyata tidak boleh sembarangan 9 Posisi Pintu Masuk Rumah sesuai Arsitektur Tradisional Bali
ketekan (perkiraan) untuk pemedal (pintu rumah bali) yang menghadap ke timur

Untuk pemedal atau pintu masuk yang menghadap ke Timur, ketekan atau perhitungannya dengan cara membagi 9 lebar lahan dan lalu dijumlah dari Utara ke Selatan dengan rincian selaku berikut :
  1. Maduwe Sentana = mempunyai anak (baik)
  2. Sering meweh = sering sulit (tidak baik)
  3. Kawon = tidak baik (tidak baik)
  4. Wikan = cendekia (baik)
  5. Kapaten = meninggal (tidak baik)
  6. Rahayu = selamat (sangat baik)
  7. Sugih = kaya (sangat baik)
  8. Kaceda = celaka (tidak baik)
  9. Suka = bahagia (sangat bagus)

Pintu Rumah menghadap ke Selatan

Membuat pintu masuk rumah di Bali ternyata tidak boleh sembarangan 9 Posisi Pintu Masuk Rumah sesuai Arsitektur Tradisional Bali
ketekan (perkiraan) untuk pemedal (pintu rumah bali) yang menghadap ke selatan

Untuk pemedal atau pintu masuk yang menghadap ke Selatan, ketekan atau perhitungannya dengan cara membagi 9 lebar lahan dan lalu dihitung dari Timur ke Barat dengan detail sebagai berikut :
  1. Manggihdosa = menerima dosa (tidak baik)
  2. Polihistri = menerima istri (baik)
  3. Polihbhoga = menerima kuliner (sangat bagus)
  4. Kasiddhan = mampu, sukses (sangat bagus)
  5. Sadarana = hidup sederhana (sedang)
  6. Sering meweh = sering sulit (tidak baik)
  7. Bingbang = ragu (tidak baik)
  8. Rahayu = selamat (sangat bagus)
  9. Kapandungan = kecurian (tidak baik)

Pintu Rumah menghadap ke Barat

Membuat pintu masuk rumah di Bali ternyata tidak boleh sembarangan 9 Posisi Pintu Masuk Rumah sesuai Arsitektur Tradisional Bali
ketekan (perhitungan) untuk pemedal (pintu rumah bali) yang menghadap ke barat

Untuk pemedal atau pintu masuk yang menghadap ke Barat, ketekan atau perhitungannya dengan cara membagi 9 lebar lahan dan lalu dijumlah dari Selatan ke Utara dengan rincian selaku berikut :
  1. Sering sungkan = sering sakit (tidak baik)
  2. Kerahuang anak lingsir = kehadiran orang tua (suci) (baik)
  3. Masantana = mempunyai anak (baik)
  4. Kasorang rabi = direndahkan istri/suami (tidak baik)
  5. Kapandungan = kecurian (tidak baik)
  6. Suka = senang (sangat baik)
  7. Rahayu = selamat (sangat bagus)
  8. Manggih dosa saking oka = mendapatkan dosa dari anak (tidak baik)
  9. Tiwas = miskin (tidak baik)

Catatan : Dari beberapa buku dan sumber yang aku baca, ada beberapa perbedaan tafsiran diantara sumber-sumber yang lain, sementara saya menggunakan sumber dari bimashindusultra. Makara untuk menentukan keakuratan perkiraan ini, hendaknya berkonsultasi langsung terhadap para Undagi (arsitek tradisional) di Bali.

Referensi :

  • http://kalenderbali.org/pintupekarangan.php/
  • uy.com/search?q=cara-membuat-pemedal-pintu-masuk
  • WarigaDewasa, Sri ReshiAnandakusuma, Morodadi Denpasar Bali
  • Asta Kosala Kosali dan asta Bumi, I Wayan Bidja
  • Kamus Bahasa Bali, Sri Reshi Anandakusuma, Cv. Kayumas

Sumber https://www.arsitur.com/

Sabtu, 14 November 2020

5 Cara Cepat Memasarkan Rumah Untuk Pribadi Dan Bisnis Property

Baik dalam hal memasarkan rumah sendiri atau bisnis jual beli rumah, pertanyaan yang serupa selalu muncul yakni bagaimana cara menjual rumah dengan cepat ? Sementara kita semua tahu, keputusan berbelanja rumah adalah sesuatu yang rumit.

Baik dalam hal menjual rumah sendiri atau bisnis jual beli rumah 5 Cara Cepat Menjual Rumah untuk Pribadi dan Bisnis Property
5 Cara Cepat Menjual Rumah untuk Pribadi dan Bisnis Property


Berikut ini cara cepat dan sempurna memasarkan rumah yang mampu Anda terapkan semoga pembeli lebih cepat kesengsem dengan rumah yang Anda tawarkan. Ini adalah tips yang mampu diterapkan untuk cara jual rumah online ataupun offline.

01. Survey Harga Pasar

Lakukan survey harga pasar rumah di kawasan sekitar rumah Anda. Hasil survey mampu diperoleh dari menanyakan pemilik rumah yang baru menjual rumahnya atau membuka iklan penawaran jual rumah secara online. Anda mampu juga survey di situs jual beli rumah seperti OLX, rumah123 dll yang terdapat rumah di tempat sekitar Anda.

Harga rumah yang tampil paling kerap (pada kisaran tertentu), adalah harga rata-rata pasar properti rumah. Jangan terjebak pada satu dua hasil, bisa saja harga tersebut imitasi atau malah terlalu mahal, bandingkan setidaknya 7-10 rumah untuk menilai harga rata-rata.

02 Strategi Jual Cepat Harga Murah

Jika kecepatan memasarkan rumah yaitu hal yang utama, kita bisa menawarkan sedikit diskon dengan mengurangi harga. Tentukan target harga penjualan, jikalau mau cepat terjual maka berikan harga sekitar 80% dari hasil survey di atas.

Semakin murah harga target yang ditetapkan tentu kian besar kesempatan rumah cepat terjual. Namun harus dipastikan bahwa harga tersebut masih menguntungkan bagi Anda, terutama jikalau digunakan untuk bisnis properti. Namun keadaan bisnis properti yang tidak stabil cenderung membuat harga rumah tidak terprediksi.

03. Gunakan Semua Saluran Penjualan

Jual rumah online mungkin cantik, namun lebih manis lagi bila Anda jual online dan oflline sekaligus, siapa tahu orang terdekat di sekitar Anda justru kepincut berbelanja rumah Anda. Gunakan semua terusan isu untuk mengiklankan rumah.

Situs jual rumah seperti OLX dan rumah123, media cetak, berita dari lisan ke ekspresi orang-orang yang Anda temui, spanduk “Rumah ini dijual”. Siapkan juga nomor kontak yang mampu dihubungi di iklan yang dipasang. Jika tak mau repot, pisahkan nomor HP utama Anda dengan nomor HP untuk menjual rumah semoga dikemudian hari saat rumah terjual, tidak ada yang mengusik lagi.

04. Konsisten Pada Rencana Penjualan

Seperti kata pepatah, Orang berjualan tidak boleh aib-aib. Lebih baik pribadi saja dinyatakan bahwa harga rumah yang disediakan tersebut sudah Nett atau No Nego. Anda juga mesti tanggap dalam menerima telepon masuk, meskipun namanya tidak terdaftar di daftar kontak.

Seringkali selaku pedagang kita harus bersabar meladeni calon pembeli yang banyak bertanya tentang rumah yang kita tawarkan, meskipun ujung-ujungnya tidak jadi membeli . Siapkan waktu luang yang cukup jika ada kandidat pembeli yang meminta melihat kondisi langsung rumah Anda.

05. Pastikan Administrasi dan Izin Rumah Lengkap

Jika ingin cepat dan niscaya  terjual, pastikan kembali surat-surat rumah tersebut telah lengkap dan masih berlaku, seperti IMB dan SHM. Jika posisi rumah ada di pinggir jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan roda empat (mobil), maka kita mampu menawarkan kepada pembeli kredit rumah melalui bank, dimana rumah tersebut dijadikan jaminan oleh bank. Bank mampu mengucurkan kredit hingga 80% dari harga rumah sesuai keadaan.

Demikianlah perihal Cara Cepat Menjual Rumah yang mungkin bisa Anda terapkan untuk membantu mempercepat rumah Anda mendapatkan pembeli. Semoga berfaedah dan dapat memperbesar wawasan.

Referensi :

  • Pengalaman pribadi

Sumber https://www.arsitur.com/