Tampilkan postingan dengan label plumbing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label plumbing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Mei 2021

Sistem Plumbing Pada Bangunan

Pengertian Sistem Plumbing

Utilitas Bangunan ialah suatu kelengkapan fasilitas bangunan yang dipakai untuk menunjang tercapainya bagian-komponen kenyamanan, kesehatan, keamanan, kemudian kominikasi dan mobilitas dalam bangunan. Sistem Plumbing bangunan tergolong salah satu yang vital untuk diamati dalam penyusunan rencana.

 Utilitas Bangunan adalah suatu kelengkapan fasilitas bangunan yang digunakan untuk menunj Sistem Plumbing pada Bangunan
Plumbing


Plumbing merupakan kata yang berasal dari kosa kata dari Bahasa Inggris. Orang Indonesia sering melafalkannya selaku Plambing. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Plumbing artinya yakni : Pipa ledeng ataupun jenis pekerjaan penyambungan dan pemasangan pipa air ledeng.


Jadi plumbing ialah semua pekerjaan yang berafiliasi dengan pelaksanaan, pemeliharaan, perawatan instalasi air, baik di perumahan maupun di gedung.

Sistem plambing yaitu suatu system penyedian atau pengeluaran air ke kawasan-daerah yang diharapkan tanpa ada gangguan atau pencemaran kepada tempat-tempat yang dilaluinya dan dapat menyanggupi kebutuhan penghuninya dalam persoalan air.

Baca juga :  5 Jenis Sistem Penangkal Petir Pada Bangunan

Sistem Plumbing pada Bangunan

Sistem plumbing ialah salah satu sistem penting yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah bangunan. Dari survey pada tahun 1978 di Jepang (noerbambang momimura, 1991), mengambarkan bahwa kegagalan tata cara plumbing terjadi pada tahap penyusunan rencana atau desain serta tahap pelaksanaan dan pemasangannya. Dalam citra persentase :
  • 37 % karena kurang cermat dalam perancangan.
  • 34 % dari kurang baiknya pemasangan.
  • Dan 29 % dari duduk perkara dari mesin dan sitem pipa.

Oleh sebab itu sistem plambing merupakan bab yang tidak mampu dipisahkan dari bangunan gedung, dan penyusunan rencana sistem plambing haruslah dilaksanakan serentak dan sesuai dengan tahapan-tahapan perencanaan gedung itu sendiri. 

Dalam rangka penyediaan air bersih baik dari mutu dan kuantitas maupun penyaluran air bekas pakai dari peralatan saniter ke tempat yang diputuskan semoga tidak mencemari bagian-bagian lain dalam gedung atau lingkungan sekitarnya.

Baca juga : Pemanas Air Gas vs Listrik

Regulasi Sistem Plumbing

Untuk mendalami lebih jauh tentang metode plumbing, pemerintah sebetulnya telah merencanakan regulasinya. Di Indonesia tata cara plumbing sudah memiliki peraturan-peraturan yaitu :
  • SNI 03-6481-2000 perihal Sistem Plambing-2000
  • SNI 03-7065-2005 tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing
  • SNI 03-2398-2002 ihwal Tata Cara Perencanaan Tangki Septik dengan Sistem Resapan
  • SNI 03-1745-2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Pipa Tegak dan Slang untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung
  • SNI 03-3989-2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Sprinkler Otomatik untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung
  • SNI 03-1745-1989 tentang Tata Cara Pemasangan Sistem Hidran untuk Pencegah Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung
  • SNI 03-6382-2000 perihal Spesifikasi Hidran Kebakaran Tabung Basah
  • Pedoman Plambing Indonesia yang dikeluarkan oleh Depatemen PU.(sumber :Tata Cara Perencanaan Sistem Plumbing SNI 03-7065-2005)

Pembagian Sistem Plumbing

Pembagian plumbing dalam bangunan antara lain yakni :
  • Instalasi plumbing untuk air higienis,
  • Instalasi plumbing untuk air bekas,
  • Instalasi plumbing untuk air kotor,
  • Instalasi plumbing untuk vent
  • Instalasi plumbing untuk air hujan.
Demikian ihwal Sistem Plumbing pada Bangunan, hal yang perlu ditekankan yaitu bahwa tata cara plumbing harus dimatangkan sebelum konstruksi gedung, alasannya sehabis konstruksi plumbing sangat sulit untuk diubah posisinya alasannya adalah tertanam dalam struktur.

Sumber https://www.arsitur.com/

Rabu, 31 Maret 2021

Cara Menjumlah Kebutuhan Air Pada Bangunan

Kebutuhan Air Bagi Manusia

Air bersih penting bagi kehidupan insan. Air yaitu senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang dikenali hingga saat ini dan menutupi nyaris 71% permukaan Bumi. 

Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi. Air sebagian besar terdapat di maritim dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir selaku awan, hujan, sungai, wajah air tawar, danau, uap dan lautan es.

Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air yakni: melalui penguapan, hujan dan anutan air di atas permukaan tanah (run off, mencakup mata air, sungai, muara) menuju laut. 

Air yaitu substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada keadaan tolok ukur, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15K(0 °C).(sumber :wikipedia.com).

Baca Juga :  3 Jenis Pencahayaan : Ambient, Task dan Accent Lighting

Kebutuhan Air dalam Bangunan

Tentu saja sebab insan mempunyai kawasan tinggal, dan dalam residensial tersebut manusia menyantap air untuk banyak sekali kebutuhan, khususnya untuk minum, mandi, dan mencuci. Untuk itulah dalam merancang sebuah daerah tinggal dan kawasan beraktivitas perlu mengenali keperluan air dari berbagai akomodasi di dalamnya.

 Air bersih penting bagi kehidupan manusia Cara Menghitung Kebutuhan Air pada Bangunan
Cara Menghitung Kebutuhan Air pada Bangunan


Sekarang bagaimanakah kita tahu ihwal kebutuhan air untuk gedung atau rumah kita? bagaimanakah menghitungnya? Berikut yaitu teknik sederhana perancangan kebutuhan air dari beberapa sumber.

Dalam memperhitungkan keperluan air bersih ialah dimaksudkan untuk menemukan citra perihal volume tangki penyimpanan air bersih yang perlu ditawarkan dalam suatu bangunan dan besaran kapasitas pompa yang dibutuhkan.

Baca Juga : Utilitas dan Layanan Dasar Rumah Untuk Tempat Tinggal

Kebutuhan Air Keseharian

Kebutuhan air bersih mampu dihitung menurut :
1. Jumlah pemakaian rata rata perhari per unit( orang, kawasan duduk atau tempat tidur dan lain lain)seperti terlihat pada tabel 01. untuk air cuek dan tabel 02. untuk air panas.
2. Jumlah dan jenis peralatan sanitair yang dipakai sperti terlihat pada tabel 04. 
3. Beban peralatan sanitair pada tabel 05.

 Air bersih penting bagi kehidupan manusia Cara Menghitung Kebutuhan Air pada Bangunan


Kebutuhan Boiler

Kebutuhan air panas, menggunakan penghangat air produksi (boiler) tentu memerlukan sumber daya yang lebih besar. Jika keperluan Boiler akan air panas meraih jumlah yang cukup besar, mirip pada hotel, maka air yang dihasilkan diperoleh dari Boiler, dengan kebutuhan air dijumlah : V' air boiler = 20 /liter/PK/Jam

 Air bersih penting bagi kehidupan manusia Cara Menghitung Kebutuhan Air pada Bangunan
Tabel 2 Kebutuhan Air panas per hari


Kebutuhan air dapat juga dijumlah dengan pendekatan luasan bangunan, seperti tabel 3 berikut yang menerangkan kebtuhan air menurut luas bangunan.
 
 Air bersih penting bagi kehidupan manusia Cara Menghitung Kebutuhan Air pada Bangunan
Tabel 3 Kebutuhan air bangunan 


Atau bila dijumlah berdasarkan pendekatan peruntukan, maka jumlah peralatan sanitair dapat dihitung seperti pada tabel berikut :

 Air bersih penting bagi kehidupan manusia Cara Menghitung Kebutuhan Air pada Bangunan
Tabel 4 jumlah Peralatan sanitair minimum 
 Air bersih penting bagi kehidupan manusia Cara Menghitung Kebutuhan Air pada Bangunan
Tabel 5 Beban peralatan sanitair


Bisa juga dijumlah menurut pendekatan penggunaan peralatan sanitair, maka kebutuhan air mampu ditentukan bedasarkan tabel berikut :

 Air bersih penting bagi kehidupan manusia Cara Menghitung Kebutuhan Air pada Bangunan
Tabel 6 Kebutuhan air perlatan sanitair

Kebutuhan Pencegahan dan pengendalian kebakaran
Sprinkler dan hydrant membutuhkan cadangan air yang dipertimbangkan untuk jangka waktu selama 30 menit. Selang waktu ini diambil dengan perkiraan bahwa jikalau api belum padam, maka petugas pemadam kebakaran sudah tiba dilokasi kebakaran.

V'air sprinkler = Σsprinkler x 18 x 30 liter
V'air hydrant  = Σhidrant x 400 x 30 liter

 Air bersih penting bagi kehidupan manusia Cara Menghitung Kebutuhan Air pada Bangunan
Tabel 7 Tabel Kebutuhan air menurut tipe bangunan


Demikianlah perihal cara menghitung keperluan air dalam bangunan, supaya bermanfaat.

Sumber https://www.arsitur.com/

Jumat, 27 November 2020

Pemanas Air Gas Vs Listrik

Pemanas air gas memakai panas dari bahan bakar gas untuk memanaskan air, sedangkan penghangat air listrik menggunakan gulungan penghangat bertenaga listrik. Pemanas air gas lebih irit energi daripada pemanas listrik, biaya listrik itu sendiri menciptakan biaya pengoperasian penghangat listrik menjadi lebih tinggi.

Pemanas air gas juga memiliki tingkat pemanasan yang jauh lebih cepat, yang membuatnya pilihan yang tenteram untuk keluarga besar. Berikut kita akan bandingkan penghangat air gas vs listrik :

01. Performa

Pemanas gas mampu memanaskan tangki 50 galon dalam waktu sekitar satu jam. Laju pemanasannya (ialah waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan kembali tangki air sehabis dipakai) jauh lebih cepat dibandingkan dengan pemanas listrik. Keuntungan lain dari penghangat air gas tradisional yaitu pemanas akan tetap melakukan pekerjaan jika listrik padam. Untuk keluarga dengan empat orang atau lebih, penghangat air gas umumnya merupakan pilihan yang lebih baik daripada listrik, alasannya adalah pemanas air listrik condong mengalami kesusahan menyanggupi usul air panas dari keluarga yang lebih besar.

Pemanas air gas menggunakan panas dari bahan bakar gas untuk memanaskan air Pemanas Air Gas vs Listrik
Pemanas Air Gas vs Listrik

Kerugian utama dari penghangat air listrik adalah tingkat pemulihan panas yang relatif lambat. Tangki 50 galon lazimnya akan membutuhkan berjam-jam untuk panas kembali. Selain itu, unit listrik rentan kepada pemadaman listrik dan tidak akan berfungsi.

02. Efisiensi

Unit penyimpanan panas dari pemanas air gas relatif tidak efisien sebab kehilangan panas dari gas buang dan dinding tangki penyimpanan. Air selalu panas setiap dikala, dan sementara ini yakni kenyamanan yang bagus, itu mempunyai arti energi terus digunakan (hilang). Namun, unit terbaru semakin efisien, dan unit kondensasi top-of-the-line sangat hemat energi. Dua inci busa isolasi di sekitar tangki penyimpanan dapat secara signifikan memajukan efisiensi.

Pemanas listrik jauh lebih ekonomis energi daripada unit gas, namun pengurangan dalam konsumsi energi positif dikurangi dengan biaya listrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan gas. Unit pompa panas listrik jauh lebih efisien dibandingkan dengan jenis lainnya, namun relatif jarang dan mempunyai ongkos pemasangan yang tinggi dibanding gas.

03. Biaya dan Umur

Sementara pemanas air gas dan unit pemanas listrik ongkosnya tidak beda jauh dalam harga pembelian awal, ongkos listrik lebih banyak untuk dipakai ketimbang gas, yang bermakna seiring waktu, unit listrik menjadi lebih mahal untuk beroperasi.

Instalasi penghangat air listrik dapat dibentuk lebih mahal dengan tolok ukur untuk stopkontak 220 volt, dan kabel untuk ini di panel listrik. Pemanas air listrik mungkin mempunyai umur yang sedikit lebih lama daripada unit gas, tetapi ini sangat tergantung pada mutu air lokal dan pemeliharaan oleh pemilik.

Pemanas air gas menggunakan panas dari bahan bakar gas untuk memanaskan air Pemanas Air Gas vs Listrik
Pemanas Air Gas vs Listrik

Bagi pelanggan di negara maju, gas nyaris selalu merupakan pilihan yang lebih hemat biaya dibandingkan dengan listrik, dan fakta sederhana ini sudah cukup bagi banyak pemilik rumah untuk memilih pemanas air gas. Jika kanal gas sudah tersedia di rumah, itu ialah pilihan yang jauh lebih murah.

Peralihan dari listrik ke gas mampu mahal, alasannya mungkin membutuhkan pemasangan saluran gas dan ventilasi untuk pembuangan panas. Pemanas gas mampu memiliki umur yang sedikit lebih pendek, namun perbedaannya tidak signifikan (11 vs 13 tahun).

Demikianlah perbedaan antara pemanas air dengan gas dan listrik. Semoga bisa menjadi wawasan aksesori dan rujukan dalam menentukan water heater untuk rumah Anda.
Sumber https://www.arsitur.com/

Selasa, 14 Juli 2020

6 Jenis Pipa Yang Paling Digunakan Dalam Pembangunan Konstruksi

Di setiap bangunan konstruksi tata cara perpipaan dirancang untuk melayani tujuan utama berikut.
  • Untuk memasok air di setiap bagian gedung
  • Untuk pembuangan air hujan di atas tanah
  • Untuk mencampakkan air dari kloset dan wastafel, dll
  • Untuk mengalirkan air kotor dan air limbah ke septic tank atau selokan kota

6 Jenis Pipa yang Paling Digunakan dalam Pembangunan Konstruksi




Jenis pipa utama yang tersedia di pasar untuk melayani tujuan yang disebutkan di atas adalah sebagai berikut.
  • Pipa besi cetak dan fitting
  • Pipa plastik atau PVC
  • Pipa baja galvanis (GI)
  • Pipa periuk
  • Pipa Asbestos Cement (AC)
  • Pipa beton

1. Pipa Besi Cetak dan Fitting

Pipa dan fitting dari besi cetak ini digunakan untuk mendesain metode pembuangan air tanah dan hujan. Pipa-pipa ini dibuat oleh proses cetakan pasir atau dengan pemintalan materi besi.

Pipa tuang pasir dibuat dengan menuangkan besi tuang cair ke cetakan pasir yang dipasang secara vertikal. Jenis pipa ini tersedia dalam ukuran 1,5, 1,8 & 2 meter dan ketebalan 5 & 6 mm.

Pipa pintal dibuat dengan menuangkan besi tuang debu-abu cair ke dalam cetakan air hambar yang berputar, menghasilkan pipa mulus yang panjangnya meraih 3 meter dengan ketebalan kurang dari pipa cetak.

2. Pipa plastik atau PVC

Ada 3 jenis pipa plastik lazim yang tersedia di pasaran, mirip yang dijelaskan di bawah ini.
  • Unplasticized PVC (UPVC) atau pipa kaku untuk dipakai dengan air acuh taacuh
  • Pipa PVC plastis yang dilapisi dengan karet. Pipa jenis ini memiliki kekuatan yang lebih rendah dan suhu kerja yang lebih rendah daripada pipa UPVC.
  • Pipa PVC terklorinasi (CPVC) yang dapat menahan suhu lebih tinggi hingga 1200 C (dipakai untuk menjinjing air panas)
Untuk pipa yang digunakan dalam metode pembuangan air tanah dan limbah, ketebalan dinding akan lebih besar dari yang dipakai untuk drainase atap.

Pipa PVC kaku digunakan untuk distribusi air dengan suhu di bawah 450 C.

Pada suhu yang lebih tinggi, kekuatan pipa berkurang. Demikian pula radiasi ultraviolet dari sinar matahari serta seringnya pergantian suhu meminimalisir umur pipa PVC.

Pipa-pipa ini lebih mahal daripada pipa AC tetapi lebih hemat biaya dibandingkan dengan pipa GI.

3. Pipa Baja Galvanis (GI)

Pipa GI yang dibuat dari pipa baja. Proses galvanisasi menyimpan lapisan tipis seng yang melindunginya dari korosi.

Pipa Baja Galvanis tersedia dalam kelas ringan, sedang dan berat tergantung pada ketebalan logam. Untuk pipa GI 15 mm, ketebalannya masing-masing 2,0, 2,65 & 3,25 untuk kelas ringan, sedang, dan berat. Umumnya pipa kelas menengah digunakan untuk pipa internal di gedung.

Pipa-pipa ini gampang korosi kalau menjinjing air payau atau disembunyikan di beton kapur dan watu bata atau terkubur di bawah tanah. Pipa-pipa jenis ini lebih mahal dibandingkan dengan pipa PVC.

4. Pipa stoneware

Pipa-pipa ini yang dibuat dari adonan mineral, tersedia dalam bentuk diameter internal 10 mm hingga 600 mm dengan ketebalan bervariasi dari 12 mm hingga 43 mm. Pipa stoneware yang baik harus menunjukkan nada jernih yang tajam ketika dipukul dengan palu ringan.

Pipa-pipa ini banyak digunakan selaku pipa drainase bawah tanah untuk bangunan konstruksi berbiaya rendah. Biasanya pipa-pipa ini ditaruh di atas dasar beton yang rata dan diperlakukan lebih lanjut mirip yang diputuskan untuk pemasangan di aneka macam jenis tanah.

Namun pemasangan pipa ini membutuhkan pekerja terlatih dan pengawas yang baik. Oleh alasannya adalah itu pipa PVC lebih disenangi ketimbang pipa-pipa jenis ini di banyak daerah. Pipa stoneware jenis ini tersedia dalam harga yang relatif murah.

5. Pipa Asbestos Cement (AC)

Pipa-pipa ini digunakan untuk mengalirkan air hujan dari atap, tanah dan limbah dan juga untuk ventilasi. Mereka tiba dalam dua profil - satu dengan beading around socket (WB) dan yang lainnya tanpa beading around socket (WOB). Jenis yang terakhir lebih umum dari yang sebelumnya.

Pipa-pipa itu mempunyai panjang 3 meter. Cacat utama dari pipa-pipa ini adalah berat dan gampang pecah. Pipa ini lebih murah dari pipa PVC.

6. Pipa Beton

Pipa beton tanpa tulangan berdiameter kecil serta pipa beton bertulang dan prategang dengan diameter besar tersedia untuk menyalurkan pasokan air dan penggunaan yang lain.

Pipa beton bertulang kecil sangat banyak dipakai untuk drainase air hujan. Pipa berdiameter besar lazimnya digunakan untuk pekerjaan penyediaan air besar.

Demikianlah mengenai 6 Jenis Pipa yang Paling Digunakan dalam Pembangunan Konstruksi. Semoga bermanfaat dan mampu memperbesar wawasan.
Sumber https://www.arsitur.com/