Tampilkan postingan dengan label art deco. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label art deco. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Februari 2021

Musim Rancangan Interior 2019

2019 telah datang dan pastinya ada banyak hal yang berganti. Desain interior juga niscaya mengalami perubahan di tahun 2019.

Trend Desain Interior 2019


Dilansir dari decoraid.com, berikut ialah tren rancangan interior di tahun 2019 berserta penjelasannya.

Material dan Finishing

2019 tampaknya desain interior mulai mengarah terhadap penggunaan matrial yang transparan mirip beling dan acrilyc. Dengan bentuk oval, lengkung dan asimetris mengarah pada desain yang futuristik.

Warna yang Lagi Hits

Trend Desain Interior 2019

Warna hijau malam (nightwatch green) sepertinya mulai naik daun, mengambil alih warna hitam dop yang animo di tahun 2018. Warna cerah seperti biru muda juga disinyalir menjadi tren di 2019.

Urban Dwelling

Tahun 2019 tampaknya penggunaan dinding masif sebagai pembatas ruang mulai dikurangi. Ruangan mungkin bisa dipisahkan dengan partisi, furniture atau yang lainnya untuk meminimalisir ruang dan membuatnya fleksibel.

Furniture Kompak dan Multi Fungsi

Trend Desain Interior 2019

Ketersediaan ruang yang sempit mungkin menjadi penyebab tren furniture yang kompak dan multifungsi. Selain itu berkembangnya teknologi juga menciptakan furniture bisa dibentuk lebih kompak tetapi tetap besar lengan berkuasa.

Boho Style

Trend Desain Interior 2019

Gaya desain boho style mungkin belum hilang sepenuhnya meskipun sempat pudar bertahun-tahun belakangan. Namun mendatangkan desain dengan boho style mungkin menjadi hal yang fresh tahun ini.

Penggunan Terrazzo

Teraso mungkin mulai ditinggalkan seiring berkembangnya keramik. Namun motif dan corak teraso mungkin tidak mampu digantikan, balasannya teraso diperkirakan hadir kembali walaupun memakai material imitasi.

Ceiling yang Apik

Ceiling bertahun-tahun terakhir mungkin dipengaruhi gaya minimalis dan polos. Namun penggunaan ceiling di tahun 2019.

Tepi yang Melengkung

Desain dengan garis tegas dan tepi yang tajam sudah mendominasi di tahun 2018. Tahun 2019 mungkin orang akan merindukan desain dengan tepi melengkung dan bentuk-bentuk kurva.

Pola Tribal dan Geometri

Trend Desain Interior 2019

Orang mungkin tidak lagi menggemari bentuk gesekan yang rumit. Pola-teladan yang hadir di tahun 2019 diperkirakan datang dengan bentuk tribal dan bentuk-bentuk geometris yang simpel tetapi elegan.

Eco Friendly

2019 masih tetap akan trending dengan berita lingkungan hidup. Untuk itu materi-materi yang Eco Fiendly masih berhubungan dan menjadi prioritas di tahun 2019.

Demikianlah perihal demam isu desain interior tahun 2019 yang dikutip dari decoraid.com. Beberapa ekspresi dominan 2019 mungkin juga akan mulai masuk ke pasar Indonesia alasannya adalah desainer di  Indonesia selalu menyaksikan update dan pertumbuhan rancangan interior kelas internasional.
Sumber https://www.arsitur.com/

Rabu, 20 Januari 2021

Kemajuan Arsitektur Art Deco Di Indonesia Dan Misalnya

Dikutip dari Johana (2004 dalam Solikhah, 2017), Arsitektur Art Deco selain menerima ornamen bersejarah, gaya ini juga menerima efek ajaran arsitektur yang berkembang pada ketika itu, ialah: Bauhaus, De Stijl, Dutch Expressionism, International Gaya, Rasionalisme, Romantisisme dan Neoklasikisme Skandinavia, Gerakan Seni dan Kerajinan, Art Nouveau, Jugendstil, dan Wina.

 Arsitektur Art Deco selain menerima ornamen bersejarah Perkembangan Arsitektur Art Deco di Indonesia dan Contohnya
Gedung Isola - Arsitektur Art Deco di Indonesia dan Contohnya img by Quora


Gaya-gaya dan ajaran tersebut juga mempengaruhi pembentukan arsitektur Art Deco dan memberikan sentuhan modern. Modern pada waktu itu didefinisikan selaku "berani menjadi berbeda dan gres, tampil lebih menarik ketimbang lainnya dan tidak kuno" yang semuanya dimanifestasikan oleh pilihan warna yang menonjol , proporsi yang tidak biasa, bahan gres dan hiasan.

 Arsitektur Art Deco selain menerima ornamen bersejarah Perkembangan Arsitektur Art Deco di Indonesia dan Contohnya
Stasiun Solo Jebres - bppd-surakarta.id

Pada permulaan kala ke-21 gaya Art Deco meraih popularitas yang tak tertandingi sejak diresmikan pada tahun 1925, Pameran Internasional Seni Rupa Decoratifs dan Industriels Modernes di Paris (Tinniswood, 2002).

Sejak itu nama Art Deco dipakai untuk seni Ternama yang populer dan terbaru. Kemunculan ungkapan itu dalam beberapa artikel semakin membuat nama Art Deco menjadi kawasan di dunia seni dengan penerbitan buku "Art Deco" oleh Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969.

Art Deco adalah salah satu gaya yang diterapkan secara luas, banyak sekali contoh mampu kita dapatkan, dalam Arsitektur, pakaian, poster dan peralatan rumah tangga serta banyak contoh lainnya. Meski ada bermacam-macam objek yang memakai gaya Art Deco, namun tidak gampang mendefinisikan bagaimana gaya Art Deco.

Tema-tema terkenal dalam Art Deco yaitu trapesium, zig-zag, geometris, dan bentuk puzzle, ornamen yang dipakai lebih teratur dan memakai banyak garis atau kotak. Setiap negara yang mendapatkan gaya Art Deco berkembang dengan sendirinya, menunjukkan sentuhan lokal sehingga Art Deco di sebuah kawasan akan berlainan dari Art Deco di kawasan lain (Johana, 2004 dalam Solikhah, 2017).

Dikutip dari Nas (2009), Bangunan Art Deco di Indonesia lebih diketahui sebagai bangunan Hindia (Indische Landhuizen) alasannya memiliki bagian budaya dan iklim di Indonesia.  Suryokusumo dan Suryasari (dalam Indartoyo, 2008) menyimpulkan bahwa sebagai awal pertumbuhan Arsitektur Kolonial di Indonesia adalah Arsitektur Hindia.

Perkembangan selanjutnya ditandai dengan penampilan Arsitektur Nuew Bouwen, di mana gaya arsitektur yang berkembang yaitu gaya arsitektur terbaru, termasuk gaya Art Deco di dalamnya.

 Arsitektur Art Deco selain menerima ornamen bersejarah Perkembangan Arsitektur Art Deco di Indonesia dan Contohnya
Stasiun Solo Jebres - img by panduanwisata.id

Solo Jebres adalah salah satu stasiun kereta api yang berada di tempat Purwadiningratan, Jebres, Surakarta. Stasiun ini dahulunya dibangun oleh Staatsspoorwegen pada tahun 1884. Saat ini Stasiun Jebres dinobatkan selaku salah satu bangunan heritage dan cagar budaya sehingga bangunan ini dihentikan dipugar oleh pemerintah lokal. Stasiun Solo Jebres sekarang ini masih difungsikan untuk pemberhentian kereta ekonomi.

Karakteristik Gaya arsitektur stasiun ini merupakan pola dari adopsi gaya Art Deco yang diterapkan dengan memadukannya bersama arsitektur Tropis Indonesia. Stasiun ini menjadi salah satu bukti bersejarah penyebaran gaya arsitektur Art Deco di Indonesia.

Referensi :
  • http://panduanwisata.id/2015/08/29/stasiun-dengan-gaya-arsitektur-art-deco-di-indonesia/
  • Solikhah, N., & Kurnia, A. S. (2017). Development of Art Deco Architecture in Indonesia,
  • Proceeding of The 3rd International Conference on Engineering of Tarumanagara (ICET) 2017, Faculty of Engineering, Tarumanagara University, Jakarta-Indonesia, October 4-5th, 2017.
  • Tinniswood, A. (2002). The Art Deco House. Octopus Publishing Group Ltd., London.
  • Nas, P. J.M., & Vletter, M. (2009). Masa Lalu dalam Masa Kini Arsitektur di Indonesia. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  • Indartoyo (2008), Penampilan Bangunan Art Deco yang Dibangun di Indonesia Tahun 1920-1940

Sumber https://www.arsitur.com/

Jumat, 28 Agustus 2020

Arsitektur Art Deco, Karakteristik Dan Misalnya

Art Deco ialah salah satu gaya rancangan arsitektur yang meningkat di sekitaran zaman arsitektur modern tahun 1900an. Art deco banyak dikenal alasannya ciri khas dan keunikan desainnya yang dikala itu menjadi isu terkini yang banyak diminati. Artikel berikut ini akan membicarakan mengenai gaya desain Art Deco, Arsitektur Art Deco, Ciri, Karakteristik dan Contohnya.

Definisi Art Deco

Gaya ini pertama kali muncul pada tahun 1925 dan meningkat sampai 1940. Nama Art Deco berasal dari pekan raya yang berjudul Paris exposition des Art Decoratifs et industries pada tahun 1925 di Perancis. Art deco secara sederhana adalah adonan dari aneka macam gaya dan aliran pada awal abad ke-20, termasuk dalam hal ini yakni gaya Konstruksionisme, Kubisme, Modernisme, Bauhaus, Art Nouveau, dan Futurisme.

Dalam rancangan grafis tokoh Art Deco yang populer, utamanya di Prerancis yaitu AM, Cassandre, Jean Carlu. Pada Desain Art Deco banyak mengunakan gradasi warna yang halus serta warna yang mengesankan imbas kilauan atau lengkungan logam. Desain Art Deco banyak memakai materi-materi mahal dan sedikit ornamen hias. Ornamen yang digunakan lebih beratuan dan banyak menggunakan garis-garis lurus atau persegi (rectilinear).

Art Deco juga disebut gaya modern, sebuah perkembangan dalam seni dekoratif dan arsitektur yang menjadi gaya utama di Eropa Barat dan Amerika Serikat selama tahun 1930-an. Nama Art Deco berasal dari Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes, yang diadakan di Paris pada tahun 1925, di mana gaya ini pertama kali dipamerkan.

Desain Art Deco yang diwakili modernisme berkembang menjadi mode. Produk-produknya tidak cuma arsitektur dan furnitur, tetapi juga mencakup barang-barang mewah yang dibuat secara individual dan barang-barang yang dibuat secara massal. Tujuan produk art deco yakni untuk menciptakan keanggunan yang halus dan antitradisi yang melambangkan kekayaan dan kecanggihan.

Karakteristik dan ciri Gaya Arsitektur Art Deco

Berikut ini akan diterangkan mengenai ciri, karakteristik dan prinsip desain arsitektur art deco yang banyak diterapkan pada banyak contoh karya art deco :

1. Bentuk

Bentuk dalam gaya art deco intinya ialah geometris mirip persegi yang tersusun dalam sebuah acuan, lalu kesan rapih ini dilebur oleh bagian-unsur hias dengan bentukan melengkung. Namun mesti tetap menjadi suatu kesatuan antara bentuk dan dekorasi.

2. Material

Bahan yang serin digunakan ialah semen, beton, watu yang permukaannya dihaluskan, terakota. Baja dan aluminium juga sering dipakai bersamaan dengan blok kaca buram atau kaca dekoratif.

3. Atap

Atap bangunan umumnya dihias dengan bentuk seperti menara untuk menunjukan letak entrance supaya lebih menarik.

4. Jendela

Jendela muncuk selaku takjil dalam bentuk persegi atau bundar. Untuk menjaga aliran garis dalam bangunan, biasanya jendela dikontrol dalam pola horisontal menerus. Bukaan pada dinding juga sering diisi beling dekoratif atau blok beling untuk menciptakan kontras dengan bentuk yang kosong dan masif.

5. Entrance

Pintu kadang kala dikelilingi dengan pilaster dan pediments. Pintu juga kadang-kadang dihiasi oleh hiasan tertentu yang beraneka ragam sesuai harapan arsitek.

Contoh Bangunan Arsitektur Art Deco

Luhrs Tower – Phoenix, Arizona, USA oleh George Luhrs Jr, didesain oleh Trost & Trost
Union Terminal – Cincinnati, Ohio, USA oleh Alfred T. Fellheimer dan Steward Wagner, bareng arsitek Paul Philippe Cret dan Roland Wank
Folies Bergere, Paris, Prancis 1869, oleh arsitek Plumeret
Salah satu foto interior Folies Bergere yang bergaya art deco


Dapatkan Dalam PDF


Thanks to supporting references :

  • https://www.wentworthstudio.com/historic-styles/art-deco/ 
  • https://creative5uite.wordpress.com/art-deco/
  • http://www.bykoket.com/inspirations/art-and-architecture/examples-amazing-art-deco-architecture

Sumber https://www.arsitur.com/