Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Maret 2021

Masjid Tajug Gede Cilodong Dengan Arsitektur Khas Sunda

Sebuah masjid besar dengan arsitektur Sunda atau disebut Tajug Gede telah bangun megah di bekas kawasan lokalisasi Cilodong, Kabupaten Purwakarta. Sekilas nampak penampilan arsitektur sunda yang khas.

Arsitektur masjid yang namanya sekarang berubah menjadi Tajug Gede Cilodong ini merupakan ilham dari Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Meski bukan sebagai arsitek namun dia banyak mengetahui ihwal arsitektur Sunda.

 Sebuah masjid besar dengan arsitektur Sunda atau disebut Tajug Gede telah berdiri megah d Masjid Tajug Gede Cilodong dengan Arsitektur Khas Sunda
Masjid Tajug Gede Cilodong dengan Arsitektur Khas Sunda

Masjid yang bangkit di atas lahan seluas sembilan hektar tersebut mempunyai tiga atap. Ini melambangkan tiga rukun yang mesti dilaksanakan oleh umat Islam, yaitu rukun Islam, rukun Iman dan Ihsan.

Baca Juga : Perkembangan Arsitektur Masjid di Indonesia dan Contohnya

Masjid Tajug Gede Cilodog juga memiliki 4 pilar yang melambangkan empat pemimpin mazhab yang masyhur dalam Islam. Yakni Mazhab Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Muhammad bin Idris atau Imam Syafi'i dan Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal.

 Sebuah masjid besar dengan arsitektur Sunda atau disebut Tajug Gede telah berdiri megah d Masjid Tajug Gede Cilodong dengan Arsitektur Khas Sunda
Masjid Tajug Gede Cilodog juga mempunyai 4 pilar yang melambangkan empat pemimpin mazhab


Keempat pedoman ini merupakan mazhab utama yang dianut oleh para ahlus sunnah wal jama'ah atau sunni. Di Indonesia, para pengamal akidah ini berkumpul dalam organisasi Nahdlatul Ulama atau NU. Di dalam masjid, para jemaah akan dimanjakan dengan pilar-pilar yang dilapisi gesekan khas Sunda.

Baca Juga : Unsur Desain pada Arsitektur Masjid

Jendela yang besar juga merupakan kekhasan dari arsitektur Sunda yang diterapkan di masjid dengan kapasitas 1.200 jemaah itu. "Desainnya arsitektur Sunda, nama mesjidnya juga menggunakan nama Sunda, Tajug Gede Cilodong. Ini mampu menjadi rekreasi religi untuk masyarakat.

 Sebuah masjid besar dengan arsitektur Sunda atau disebut Tajug Gede telah berdiri megah d Masjid Tajug Gede Cilodong dengan Arsitektur Khas Sunda
Tiga atap ini melambangkan tiga rukun yang harus dilakukan oleh umat Islam


Kontraktor pembangunan Masjid Raya Cilodong sudah melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai perjanjian . Nilai kontraknya sebesar Rp 38 miliar, tapi kontraktor hingga saat ini baru mencairkan budget sebesar 75 persen dari nilai perjanjian tersebut. Kalau merujuk pada persetujuan kita bersama pihak ketiga, masjid itu telah 100 persen final. Bahkan, pihak ketiga gres mencairkan 75 persen saja dari nilai perjanjian .

 Sebuah masjid besar dengan arsitektur Sunda atau disebut Tajug Gede telah berdiri megah d Masjid Tajug Gede Cilodong dengan Arsitektur Khas Sunda
Detail ukiran yang khas


Proses pembangunan masih memerlukan dana untuk penyelesaian fisik masjid dan pembangunan taman. Selain berfungsi sebagai daerah ibadah, halaman masjid tersebut yang dihiasi taman dapat berfungsi sebagai rest area.

Keberhasilan pembangunan masjid dengan menggabungkan gaya arsitektur Sunda diharapkan mampu memberikan efek faktual bagi pelestarian arsitektur Sunda itu sendiri. Hal ini merupakan satu pola yang bisa memelopori sehingga arsitektur Sunda tetap lestari.

Referensi :

https://regional.kompas.com/
www.rmoljabar.com

Sumber https://www.arsitur.com/

Minggu, 31 Januari 2021

Bagian Desain Pada Arsitektur Masjid

Dari Indonesia sampai ke Inggris, masjid dalam berbagai bentuknya adalah karya Arsitektur Islam yang klasik. Masjid, dalam bahasa Arab yaitu daerah berkumpulnya umat Islam untuk sholat. Masjid juga sering diartikan sebagai "kawasan sujud." Meskipun sebagian besar dari shalat lima waktu yang ditentukan dalam Islam dapat dilaksanakan di daerah lain, namun Masjid digunakan selaku daerah berkumpul bareng untuk Sholat Jumat siang.


 masjid dalam berbagai bentuknya adalah karya Arsitektur Islam yang klasik Unsur Desain pada Arsitektur Masjid
Mimar Sinan, halaman Masjid Süleymaniye, Istanbul, 1558

Masjid juga dipakai untuk belajar atau sebagai tempat istirahat dan perenungan. Masjid utama sebuah kota, yang digunakan untuk Sholat Jumat sering disebut jami masjid yang secara harfiah berarti "masjid Jumat," namun juga kadang disebut masjid jemaah di Inggris. Gaya, tata letak dan dekorasi masjid dapat memberi tahu kita banyak wacana Arsitektur Islam secara lazim, juga tentang era dan wilayah di mana masjid tersebut dibangun.

Rumah Nabi Muhammad dianggap selaku masjid pertama. Rumah di Madinah di Arab Saudi yakni rumah bergaya Arab masa ke-7 yang khas, dengan halaman besar yang dikelilingi oleh kamar-kamar panjang yang disokong oleh tiang-tiang. Gaya masjid ini kemudian dikenal selaku masjid hypostyle, yang bermakna "banyak kolom." Sebagian besar masjid yang dibangun di Arab memakai gaya ini selama berabad-era.

Unsur Desain Arsitektur Masjid

Arsitektur masjid dapat dipengaruhi oleh tradisi daerah, waktu dan daerah di mana masjid tersebut dibangun. Akibatnya, gaya, tata letak dan dekorasi masjid mampu sungguh beragam. Namun demikian, alasannya fungsi umum masjid sebagai kawasan sholat berjamaah, bagian arsitektur yang khas timbul di masjid-masjid di seluruh dunia. Berikut dijelaskan beberapa komponen Arsitektur Masjid secara biasa :

Sahn (ruang terbuka)

Kebutuhan paling fundamental dari arsitektur masjid ialah ruang besar supaya mampu memuat seluruh jamaah khususnya dikala Sholat Jumat. Untuk itu masjid jamaah mesti mempunyai aula shalat yang besar. Pada banyak masjid ini dubuat dengan ruang terbuka, yang disebut sahn.

Mihrab & minbar,

Elemen penting lain dari arsitektur masjid yakni mihrab adalah semacam ceruk di dinding (niche) yang menunjukkan arah Mekah, orientasi semua jemaah saat berdoa. Mekah yaitu kota kelahiran Nabi Muhammad SAW dan rumah bagi situs Islam paling penting adalah Ka'bah. Arah Mekah disebut kiblat, sehingga dinding daerah mihrab dikelola disebut dinding kiblat. Di mana pun suatu masjid berada, mihrabnya memberikan arah Mekah. Oleh alasannya itu, mihrab di India akan berada di barat, sedangkan jika di Mesir akan ke timur.

Minaret (menara)

 masjid dalam berbagai bentuknya adalah karya Arsitektur Islam yang klasik Unsur Desain pada Arsitektur Masjid
Mimar Sinan, Minaret, Masjid Süleymaniye, Istanbul, 1558

Salah satu aspek yang paling tampakdari arsitektur masjid yaitu menara, menara yang berdekatan atau menempel pada masjid, kawasan panggilan untuk sholat diumumkan.

Menara masjid mempunyai banyak bentuk yang berlawanan, dari menara spiral Samarra yang terkenal, sampai menara pensil Turki Ottoman yang tinggi. Tidak hanya berfungsi secara alami, menara berfungsi sebagai pengingat visual yang kuat tentang eksistensi Islam.

Qubba (kubah)

Sebagian besar masjid juga mempunyai satu atau lebih kubah, yang disebut qubba dalam bahasa Arab. Meskipun bukan tolok ukur pokok mirip mihrab, kubah memang memiliki signifikansi di dalam masjid selaku representasi simbolis yang khas. Dekorasi interior kubah sering menekankan simbolisme ini, menggunakan motif geometris, stellate atau vegetal yang rumit untuk menciptakan acuan yang menakjubkan yang dimaksudkan untuk menciptakan kagum dan menginspirasi.


 masjid dalam berbagai bentuknya adalah karya Arsitektur Islam yang klasik Unsur Desain pada Arsitektur Masjid
Mimar Sinan, halaman Masjid Süleymaniye, Istanbul, 1558
Beberapa jenis masjid dapat memiliki banyak kubah ke dalam arsitektur bangunannya seperti pada Masjid Ottoman Süleymaniye, sementara ada juga hanya satu kubah. Di masjid-masjid dengan cuma satu kubah, selalu ditemukan di atas dinding kiblat yang dianggap sebagai bab tersuci dari masjid. Masjid Agung Kairouan di Tunisia mempunyai tiga kubah: satu di atas menara, satu di atas pintu masuk ke ruang shalat dan satu di atas tembok kiblat.

Karena menjadi arah fokus dikala berdoa, maka dinding kiblat dengan mihrab dan minbarnya, kadang kala ialah area masjid yang paling banyak didekorasi. Hiasan dinding kiblat yang kaya terlihat terperinci dalam gambar mihrab dan minbar Masjid Sultan Hasan di Kairo di Mesir.

Dekorasi

 masjid dalam berbagai bentuknya adalah karya Arsitektur Islam yang klasik Unsur Desain pada Arsitektur Masjid
Lampu masjid, periode ke-14, Mesir atau Suriah, kaca pecah, enamel, penyepuhan, 31,8 x 23,2 cm (Museum Seni Metropolitan)
Ada unsur dekoratif lain yang umum pada sebagian besar masjid. Misalnya, dekorasi kaligrafi besar atau cartouche dengan goresan pena yang mencoloksering muncul di atas mihrab. Dalam pada umumnya masjid, kaligrafi yang tergambar adalah kutipan dari Al-Qur'an dan acap kali menyertakan tanggal peresmian bangunan. Unsur lain dari hiasan masjid adalah lampu gantung, mirip di foto masjid Sultan Hasan.

Cahaya adalah hal penting untuk masjid dan sebelum adanya listrik, masjid-masjid diterangi dengan lampu minyak. Lampu digantung di dalam masjid akan menciptakan tontonan yang berkilauan, dengan cahaya lembut yang berasal dari masing-masing lampu, menyoroti kaligrafi dan hiasan yang lain pada permukaan. Meskipun bukan bab permanen dari bangunan masjid, lampu dan hiasan lain mirip karpet mampu membentuk faktor arsitektur masjid yang khas.

Pembentukan masjid akan dipandang selaku langkah-langkah saleh dari penguasa atau orang yang besar lengan berkuasa, dan nama-nama mereka bisa tergolong dalam dekorasi kaligrafi masjid. Kaligrafi tersebut dimaksudkan untuk memuji kesalehan dan kedermawanan mereka. Layanan sosial yang terpasang di masjid-masjid sultan Ottoman yaitu teladan yang terluas dari jenisnya.

Di Turki, kompleks di sekitar masjid disebut kulliye. Kulliye Masjid Sultan Suleyman, di Istanbul, yaitu teladan bagus ihwal layanan sosial ini, yang terdiri dari dapur biasa , rumah sakit, beberapa sekolah, pemandian biasa , dan kafilah (seperti dengan asrama untuk pelancong). Kompleks ini juga meliputi dua makam untuk Sultan Suleyman dan anggota keluarganya.

Artikel ini ditulis menurut referensi :

https://www.khanacademy.org/humanities/art-islam/beginners-guide-islamic-art/a/introduction-to-mosque-architecture
https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid
Sumber https://www.arsitur.com/

Minggu, 10 Januari 2021

14 Fakta Menarik Perihal Candi Borobudur

Candi Borobudur ialah salah satu peninggalan karya Arsitektur terbaik yang ada di Indonesia yang berada di kawasan Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur sejatinya ialah tempat ibadah penting bagi umat Buddha yang dianggap selaku salah satu Kuil Terindah di Indonesia.

Borobudur yaitu salah satu situs warisan budaya yang paling populer dan pernah masuk dalam 7 keajaiban dunia. Sebagai bentuk harmoni desain dalam meraih estetika pada arsitektur Buddha di pulau Jawa, candi Borobudur bahkan sudah populer saat ini di seluruh dunia.

Candi Borobudur adalah salah satu peninggalan karya Arsitektur terbaik yang ada di Indones 14 Fakta Menarik Tentang Candi Borobudur
14 Fakta Menarik Tentang Candi Borobudur


Dengan semua keistimewaan itu, situs ini selalu menjadi daftar wajib bagi orang asing yang mengunjungi Indonesia utamanya di Jawa Tengah. Dan bagi orang Indonesia, Anda harus lebih mengenal bangunan candi ini. Namun, Anda juga perlu mengenali fakta-fakta menarik dibalik candi Borobudur ini.

01. Dibangun dengan tumpukan kerikil vulkanik tanpa memakai perekat apa pun

Bagi mereka yang sudah mendatangi Borobudur, niscaya tahu betul bahwa candi Borobudur dibangun tanpa menggunakan perekat semen seperti bangunan terbaru. Candi Borobudur terdiri dari balok-balok kerikil. Setiap pecahan watu disusun tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya ditumpuk dan disambung dengan acuan-teladan tertentu untuk saling mengikat (Interlock). Hebatnya, bangunan ini tahan usang sampai sekarang.

02. Dibangun selama 23 tahun tanpa alat berat

Saat ini, bangunan 25 lantai mampu dibangun selama setahun dengan peralatan terbaru. Ukuran candi Borobudur sama dengan bangunan 10 lantai. Saat membangun Borobudur, tidak ada buldoser untuk meratakan tanah. Tidak ada truk untuk mengangkut watu. Juga tidak ada crane untuk mengangkat kerikil.

Semua pekerjaan dikerjakan dengan alat sederhana mirip palu dan tuas. Satu-satunya kendaraan di sana dikala itu yaitu 'pedati'. Pedati adalah gerobak yang ditarik oleh seekor sapi. Bisa dibayangkan seberapa besar dan berat batu harus ditarik secara perlahan. Batu-batu itu dikontrol satu per satu sampai membentuk candi Borobudur. Itu sebabnya, perlu 23 tahun untuk membangun Candi Borobudur hingga selesai mirip sekarang ini.

03. Terletak di area khusus

Borobudur terletak di kawasan yang subur dan strategis. Candi Budha ini terletak di antara dua gunung ialah Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Kemudian, Pegunungan Menoreh juga mengambil bab untuk 'menjaga' Candi Borobudur. Ada juga dua sungai, Progo dan Elo di sekeliling Candi Borobudur.

04. Kuil Budha terbesar di dunia

Candi Borobudur terdaftar di Guinness World Records selaku situs arkeologi candi Budha paling besar di dunia, dengan luas 15.129 meter persegi, tinggi 42 meter dengan 10 tingkat, panjang realistis candi ini lebih dari 1 km, dan terdiri dari 72 stupa . Selain itu, Candi Borobudur juga dianugerahi gelar sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

05. Terdiri dari 2672 relief

Candi Borobudur adalah salah satu peninggalan karya Arsitektur terbaik yang ada di Indones 14 Fakta Menarik Tentang Candi Borobudur
14 Fakta Menarik Tentang Candi Borobudur

Dinding candi Borobudur dipenuhi 2672 panel relief yang kalau disusun dalam satu garis akan meraih panjang enam kilometer. Ini dianggap selaku ansambel relief Buddha paling besar dan terlengkap di dunia. Dalam nilai seni, relief di Candi Borobudur mampu dikategorikan luar biasa indah.

Relief yang diukir di dinding candi dibagi menjadi empat dongeng utama, yaitu Karmawibangga, Lalita Wistara, Jataka dan Awadana, dan Gandawyuha. Mereka utamanya diberi tahu perihal perjalanan hidup Buddha dan nilai-nilainya. Relief juga mencatat pertumbuhan penduduk Jawa pada waktu itu.

06. Kepala patung sering dicuri sebab harganya yang mahal

Borobudur bukan memiliki arti tanpa risiko atau bahaya. Ancaman terhadap kehancuran bangunan candi tidak hanya tiba dari bencana alam, namun juga beberapa kejahatan dengan mencuri beberapa bab candi, khususnya kepala patung Buddha yang dipotong dengan mendorongnya ke bawah. Para pencuri umumnya akan menjualnya dengan harga tinggi ke pengepul.

07. 9 buah stupa rusak pada 1980 sebab serangan bom

Candi Borobudur pada awal pemerintahan Indonesia sehabis kemerdekaan juga sering menerima banyak ancaman. Berdasarkan Sejarah Candi Borobudur, akibatnya bahaya paling mengerikan datang pada tahun 1980. Seorang pemimpin radikal meledakkan bom dan merusak 9 stupa. Stupa yang hancur gagal diselamatkan. Pada risikonya pemimpin radikal itu ditahan dan dipenjara karena serangkaian bahaya bom tersebut.

08. Telah dinyatakan sebagai salah satu dari 7 keajaiban di dunia

Candi Borobudur adalah salah satu peninggalan karya Arsitektur terbaik yang ada di Indones 14 Fakta Menarik Tentang Candi Borobudur
14 Fakta Menarik Tentang Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah peninggalan candi paling besar di periode ke-9. Kuil ini terlihat begitu menakjubkan dan kuat yang membuatnya menjadi terkenal di seluruh dunia. Warisan sejarah bernilai tinggi ini pernah menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Tapi tahukah Anda bahwa sama seperti di bangunan arkeologi yang lain, Candi Borobudur menyimpan misteri perihal bagaimana membangunnya? Misteri ini masih membuat banyak pendapat spekulatif kepada kontroversi tersebut tergolong mitos-mitos masyarakat lokal.

09. Digunakan selaku arah yang akurat

Beberapa dari kita mungkin akan menyampaikan bahwa cuma perlu menyaksikan arah matahari terbit untuk menentukan di mana timur. Namun, sebenarnya tidak begitu akurat. Satu hal yang perlu Anda ingat ketika bumi berputar dalam keadaan miring yaitu sekitar 22,1 derajat sampai 24,5 derajat. Itu sebabnya arah matahari tidak selalu tepat terbit di timur. Matahari cuma terbit di titik timur 2 kali setahun. Tanggal 20-21 Maret dan 22-23 September.

Anehnya, arsitek Candi Borobudur menyadari hal ini, dan sudah mengenali titik timur yang bahwasanya. Karena itu, candi Borobudur dibuat dengan menghadap ke selatan dan utara dengan akurat dan sungguh tepat.

10. Stupa digunakan sebagai jam matahari

Apakah Anda pernah tiba ke Candi Borobudur? Jika sudah, Anda pasti tahu bahwa di kuil yang satu ini ada banyak stupa berbentuk seperti lonceng yang terbalik. Di Candi Borobudur terdapat 72 stupa, stupa terbesar ada di lantai paling atas Candi Borobudur. Menurut para ilmuwan, stupa di Candi Borobudur juga berfungsi selaku jam matahari. Jam ini dipakai selaku penunjuk waktu.

11. Menjadi populer di dunia sebab Sir Thomas Raffles

Pada saat itu Borobudur mulai dikenal di dunia bukan alasannya adalah banyaknya foto yang tersebar di Instagram. Pada zaman antik, untuk mendapatkan isu dari bagian lain dunia sangat terbatas. Namun, suatu buku karya Sir Thomas Raffles berjudul 'Sejarah Jawa' atau 'Sejarah Pulau Jawa' menciptakan nama Candi Borobudur tersebar luas di seluruh dunia.

12. Arti nama Borobudur masih misterius

Ada banyak spekulasi mengapa namanya Borobudur. Banyak hebat menjajal menafsirkan makna nama Borobudur tersebut. Raffles mendefinisikan Borobudur dalam tiga versi nama, yaitu Borobudur yang mempunyai arti Buddha Besar (Boro = Hebat, Budur = Buddha), kawasan antik (Boro = nama kawasan, Budur = antik), dan (Boro = Banyak, Buddur = Buddha). Sayangnya, sejarah nama Borobudur masih belum niscaya diketahui.

13. Terletak di garis lurus dengan Pawon dan Candi Mendut

Candi Pawon, Candi Mendut, dan Candi Borobudur tidak terletak di area yang serupa, tetapi masih cukup tertutup. Anehnya jika Anda menggambar garis lurus di peta, lokasi ketiga candi berada di garis yang lurus. Tiga candi tersebut memang merupakan candi Buddhisme Mahayana yang menyebar ke Asia Timur. Ada juga mitos bahwa ada jalan lurus antara tiga kuil ini yang sering dipakai di zaman antik.

14. Masih Awet

Sebagai peninggalan bangunan kerikil tanpa finishing perhiasan, Candi borobudur tergolong bangunan yang baka sampai saat ini yang usianya sudah sungguh usang. Bahkan bangunan terbaru yang dibuat dari beton paling hanya bertahan sampai puluhan tahun saja.

Itulah fakta-fakta candi Borobudur. Anda tahu bahwa Indonesia yaitu salah satu negara dengan jumlah candi terbanyak. Kaprikornus, sudahkah Anda menetapkan waktu untuk mengunjungi salah satunya ?
Sumber https://www.arsitur.com/

Jumat, 04 Desember 2020

4 Jenis Arsitektur Masjid Di Seluruh Dunia

Sejak masa ke-7, masjid telah dibangun di seluruh dunia. Meskipun ada banyak jenis arsitektur masjid yang berkembang, menurut khanacademy.org ada setidaknya 4 bentuk masjid yang umum, 3 diantaranya ialah jenis masjid konvensional. Berikut Jenis arsitektur masjid :

01. Masjid hypostyle

 Meskipun ada banyak jenis arsitektur masjid yang berkembang 4 Jenis Arsitektur Masjid di Seluruh Dunia
Sahn and minaret, Great Mosque of Kairouan, Tunisia, c. 836-75 (photo: Andrew Watson, CC BY-SA 2.0)

Tempat ibadah pertama bagi umat Islam, rumah Nabi Muhammad, mengilhami jenis masjid paling awal yang dikategorikan selaku masjid hypostyle. Jenis ini menyebar luas ke seluruh wilayah Islam di Dunia.

Masjid Agung Kairouan, Tunisia, adalah teladan dasar dari masjid hypostyle. Masjid ini dibangun pada periode kesembilan oleh Ziyadat Allah, penguasa ketiga dinasti Aghlabid, cabang dari Kekaisaran Abbasiyah. Ini adalah masjid kerikil besar berupa persegi panjang dengan aula hypostyle (didukung oleh kolom) dan halaman dalam yang besar.

Menara tiga tingkat dalam gaya yang dikenal selaku menara lonceng Suriah, dan mungkin mulanya didasarkan pada bentuk mercusuar Romawi kuno. Interior masjid memperlihatkan barisan kolom yang telah membuatnya tipe hypostyle.

Masjid ini dibangun di atas bekas situs Bizantium, para arsitek menggunakan kembali material-material yang lebih tua, seperti kolom dan sekaligus penegasan besar lengan berkuasa keberadaan Islam. Banyak masjid permulaan seperti ini menggunakan materi arsitektur yang lebih tua (disebut spolia), dengan cara simbolis yang serupa.

Di sebelah kanan mihrab masjid ialah maqsura, area khusus yang disediakan untuk penguasa, tetapi tidak semua. Maqsura masjid ini adalah acuan yang ada paling permulaan, dan minbarnya (mimbar) ialah minbar tanggal paling permulaan yang diketahui oleh para peneliti. Keduanya diukir dari kayu jati yang diimpor dari Asia Tenggara. Kayu berharga ini diantardari Thailand ke Baghdad di mana beliau dipahat, kemudian dibawa kembali dari Irak ke Tunisia, ini ialah teladan luar biasa dari perdagangan global pada abad pertengahan.

Gaya masjid hypostyle digunakan secara luas di negara-negara Islam sebelum pengenalan planning masjid four-iwan di masa kedua belas (lihat bagian selanjutnya). Barisan kolom pada masjid hypostyle yang digunakan di masjid yang berlainan untuk imbas yang besar. Salah satu acuan paling terkenal yakni Masjid Agung Cordoba, yang menggunakan lengkungan dua tingkat dua warna yang menekankan imbas optik yang mengesankan dari aula hypostyle.

02. Masjid Four-Iwan (4 Menara)

 Meskipun ada banyak jenis arsitektur masjid yang berkembang 4 Jenis Arsitektur Masjid di Seluruh Dunia
Great Mosque of Isfahan, Iran, 11th - 17th centuries, looking toward the south (qibla) iwan (photo: reibai, CC BY 2.0)

Sama seperti aula hypostyle yang mendefinisikan banyak arsitektur masjid pada kala awal Islam, era ke-11 memperlihatkan hadirnya bentuk baru ialah masjid empat-iwan. Iwan adalah ruang berkubah yang terbuka di satu sisi halaman. Iwan berkembang di Iran pra-Islam yang di digunakan dalam arsitektur monumental dan kekaisaran. Tipologi ini sungguh terkait dengan arsitektur Persia, iwan terus digunakan dalam arsitektur monumental di kala Islam.

Di Iran pada periode ke-11, masjid hypostyle mulai dikonversi menjadi masjid empat-iwan, yang seperti namanya, memadukan empat iwan dalam denah arsitektur masjid.

Masjid Agung Isfahan mencerminkan perkembangan yang lebih luas ini. Masjid ini memulai hidupnya sebagai masjid hypostyle, namun dimodifikasi oleh Seljuqs Iran sehabis penaklukan mereka atas kota Isfahan pada masa ke-11.

Seperti masjid hypostyle, tata letaknya diatur di sekeliling halaman terbuka yang besar. Namun pada masjid empat-iwan, setiap dinding halaman diselingi dengan aula berkubah monumental yang disebut iwan. Jenis masjid ini yang menyebar luas di abad ke-12 dan sudah mempertahankan popularitasnya hingga dikala ini.

Dalam jenis masjid ini, qibla iwan, yang menghadap ke Mekah, sering kali merupakan yang paling besar dan paling dihiasi, seperti di Masjid Agung Isfahan. Di sini, dua menara masjid juga mengapit kiblat iwan yang glamor. Penguasa Safawi memperbaiki tembok-tembok ini dengan ubin gres di kala ke-16.

Meskipun gaya ini berasal dari Iran, Jenis masjid empat-iwan akan menjadi rencana gres untuk masjid di seluruh kata Islam, digunakan secara luas dari India ke Kairo dan mengubah masjid hypostyle di banyak daerah.

03. Masjid Kubah Terpusat

 Meskipun ada banyak jenis arsitektur masjid yang berkembang 4 Jenis Arsitektur Masjid di Seluruh Dunia
Anthemius of Tralles and Isidore of Miletus, Hagia Sophia, 537, Istanbul

Sementara masjid planning empat-iwan dipakai untuk masjid-masjid di seluruh dunia, Kekaisaran Ottoman yakni salah satu dari sedikit kawasan di mana jenis masjid empat-iwan tidak mendominasi. Kekaisaran Ottoman didirikan pada 1299.

Hingga berganti nama menjadi Istanbul, kota ini masih memiliki warisan budaya dan arsitektur yang sepenuhnya berlainan dari Iran. Arsitek Ottoman sangat dipengaruhi oleh Hagia Sophia di Istanbul, yang memperlihatkan kubah utama yang monumental dan tinggi di atas nave yang besar.

Banyak masjid Ottoman pada simpulan era ke-15 dan awal kurun ke-16 merujuk kubah Hagia Sophia; namun, gres sehabis karya andal Mimar Sinan, arsitek kubah masjid Utsmani bersaing dan mampu dikatakan melampaui Hagia Sophia. Sinan bereksperimen dengan rencana pusat di serangkaian masjid di Istanbul, meraih apa yang dianggapnya mahakarya di Masjid Selim II, di Edirne, Turki. Dibangun untuk Selim II, putra Suleyman selama zaman keemasan Kekaisaran Ottoman, itu dianggap selaku mahakarya terbesar arsitektur Ottoman. Ini merupakan puncak dari eksperimen selama bertahun-tahun dengan masjid Ottoman yang dijadwalkan secara terpusat.

04. Masjid Contemporer

 Meskipun ada banyak jenis arsitektur masjid yang berkembang 4 Jenis Arsitektur Masjid di Seluruh Dunia
Shah Faisal Masjid, Islamabad, 1986 (photo: Fraz.khalid1, CC0 1.0)

Arsitektur masjid kekinian sering mewakili perpaduan gaya yang luar biasa, menggambar dari tradisi arsitektur yang beragam untuk menciptakan sesuatu yang diketahui selaku "Arsitektur Islami," yang memenuhi semua persyaratan arsitektur masjid komunal dan bergaya kekinian.

Di Pakistan, Masjid Raja Faisal, 1986 memadukan arsitektur kontemporer dengan acuan visual ke bentuk-bentuk tradisional. Bangunan ini sangat modern, namun bermain dengan bentuk struktur tenda perantau Badui. Masjid besar ini juga menggabungkan menara pensil tipis yang dipengaruhi Ottoman ke dalam rancangan modernnya.

Menara di Kudus, Indonesia, misalnya, merefleksikan adanya imbas arsitektur Hindu. Masjid Djingarey Berre Timbuktu, di Mali, juga menanggapi tradisi pra-Islam di wilayahnya sendiri, memakai gaya Afrika Barat yang unik dan menggunakan tanah sebagai bahan bangunan utama.

Sebuah masjid awal di Xian, Cina, memakai gaya arsitektur Cina yang sangat terang, namun juga memasukkan komponen-komponen Islam yang lebih khas, seperti kotak dan mihrab melengkung bergaya Islam.

Demikian mengenai 4 Jenis Arsitektur Masjid yang berkembang di seluruh dunia, agar berfaedah dan mampu memperbesar wawasan tentang Arsitektur Islam.

Referensi :

  • https://www.khanacademy.org/humanities/art-islam/beginners-guide-islamic-art/a/common-types-of-mosque-architecture

Sumber https://www.arsitur.com/

Rabu, 04 November 2020

5 Pernak-Pernik Khas Ramadhan Ini Siap Menghiasi Ruangan

Memasuki Bulan Suci Ramadhan, banyak pernak-pernik bertemaislami yang dipakai untuk mempercantik muka kota dan bangunan, tidak terkecuali rumah-rumah masyarakat. Hiasan ini menjadi ciri khas setiap tahun saat hadirnya Hari Raya Lebaran.

Menghadirkan pernak-pernik Ramadhan sebagai dekorasi rumah tentu saja dapat menyemarakkan situasi Lebaran di rumah. Berikut ini Arsitur menghimpun berbagai macam pernak-pernik yang lazimnya digunakan untuk menghiasi situasi idul fitri di Indonesia :

01. Bulan dan Bintang

 banyak ornamen bernuansa islami yang digunakan untuk menghias wajah kota dan bangunan 5 Ornamen Khas Ramadhan ini Siap Menghiasi Ruangan
5 Ornamen Khas Ramadhan ini Siap Menghiasi Ruangan

Simbol bulan bintang yang berdekatan ini sangat dekat dengan nuansa arsitektur islam. Bulan sabit identik dengan perubahan menuju bulan gres. Bahkan di beberapa masjid dipakai selaku bagian puncak.

Hiasan ini mampu diterapkan di rumah dengan memakai potongan kertas kilau yang digantung di dinding atau di atas dekorasi meja Idulfitri.

02. Kaligrafi

 banyak ornamen bernuansa islami yang digunakan untuk menghias wajah kota dan bangunan 5 Ornamen Khas Ramadhan ini Siap Menghiasi Ruangan
02. Kaligrafi

Kaligrafi goresan pena Arab juga mampu digunakan selaku dekorasi meja atau tempelan di dinding selaku hiasan. Kaligrafi menjadi sesuatu yang istimewa yang mampu dibentuk dalam bentuk 2D maupun 3D. Uniknya, kaligrafi ini dapat dibuat sungguh indah bahkan sekilas terlihat mirip sesuatu lainnya, misalnya seperti bahtera.

03. Ketupat

 banyak ornamen bernuansa islami yang digunakan untuk menghias wajah kota dan bangunan 5 Ornamen Khas Ramadhan ini Siap Menghiasi Ruangan
03. Ketupat

Tentunya ketupat menjadi salah satu sajian masakan yang sangat klasik ketika merayakan idul fitri di Indonesia. Anyamannya sekarang tak hanya dipakai untuk menyimpan beras dan diolah, tapi juga kadang kala dipakai selaku dekorasi idul fitri.

Anyaman ketupat yang lazimnya dibuat dari daun kelapa mampu diganti dengan materi non organik mirip pita atau kertas sehingga cocok dipakai selaku komponen hiasan rumah ketika Ramadhan datang.

04. Bintang Segi Delapan

 banyak ornamen bernuansa islami yang digunakan untuk menghias wajah kota dan bangunan 5 Ornamen Khas Ramadhan ini Siap Menghiasi Ruangan
04. Bintang Segi Delapan

Dalam beberapa catatan sejarah dunia, bintang segi delapan menjadi simbol yang digunakan beberapa budaya di seluruh dunia. Tidak saja dalam seni budaya, namun simbol ini juga dipakai sebagai ikonografi religius termasuk Islam. Beberapa teladan penggunaan bintang segi delapan terlihat dalam arsitektur kuno, artefak, astrologi, dan di kawasan ibadah.

Dalam literatur Islam, bintang sisi delapan ini dikenal selaku Rub el Hizb yang digambarkan dalam bentuk dua kotak tumpang tindih, dimana simbol ini juga ada pada beberapa emblem dan bendera. Hiasan bintang segi delapan ini dapat juga digunakan untuk tema hiasan rumah ketika lebaran dengan menjadikannya pada ukuran yang sempurna.

05. Kubah

 banyak ornamen bernuansa islami yang digunakan untuk menghias wajah kota dan bangunan 5 Ornamen Khas Ramadhan ini Siap Menghiasi Ruangan
05. Kubah

Kubah telah menjadi simbol arsitektur yang identik dengan masjid. Elemen atap ini bentuknya sering ditiru dan dijadikan hiasan dalam rumah saat lebaran.

Hiasan kubah lazimnya berbentuk siluet masjid lengkap dengan menara tinggi di samping kubah. Bentuk ini diubahsuaikan dengan menyertakan bulan bintang di atasnya.

Demikianlah perihal pernak-pernik dekorasi rumah yang identik ketika idul fitri. Semoga berguna dan menginspirasi.

https://islamidia.com/bintang-segi-delapan-rub-el-hizb-simbol-kemakmuran-islam/
Sumber https://www.arsitur.com/

Rabu, 22 Juli 2020

Ornamen Dalam Arsitektur Islam Selaku Elemen Tradisional

Ornamen Islam adalah yang paling khas untuk mengidentifikasi arsitektur Islam. Ornamen tersebut digunakan pada bangunan masjid dan bangunan Islam yang lain. Banyak studi wacana pembentukan seni Islam dari bagian-bagian tradisional yang sudah ada sebelumnya dan tentang sifat kekuatan, yang menciptakan semua elemen yang berlainan menjadi sintesis yang unik.

Tidak ada yang hendak menyangkal aspek unity pada seni Islam, meskipun ada perbedaan waktu dan tempat. Visualnya terlalu terperinci, apakah orang membayangkan masjid Cordoba, sekolah besar Samarkand atau Al-Mustansiriya. Ini mirip cahaya yang serupa bersinar pada semua karya seni tersebut.

Ornamen dalam Arsitektur Islam sebagai Elemen Tradisional - doorofperception.com

Ketertarikan Arsitektur Islam pada pernak-pernik yang semakin kompleks dan bermacam-macam akhirnya mengarah pada pengembangan beberapa tradisi rancangan multi-level yang hebat. Bentuk pernak-pernik berikut ini menambah motif utama yang berani dengan memasukkan komponen sekunder skala kecil ke dalam area latar belakang bangunan. Anteseden untuk jenis desain bergaya Islam ini dapat ditelusuri kembali ke abad kesembilan.

Meskipun teladan-acuan geometris awal seperti ini jarang ada, pada saatnya pesona Islam dengan ornamen multi-level mendapat pinjaman luas pada tiga mode prinsip mulut artistik Islam yang meliputi : desain bunga, kaligrafi, dan teladan geometris. Tradisi desain bunga multi-level meraih kematangan selama masa keempat belas (Bonner, 2003). Berikut ini adalah beberapa ornamen tradisional yang ada dalam bangunan bergaya Islam.

Ornamen geometris

pernak-pernik geometris, Alhambra

Pola geometris menciptakan hubungan antara banyak sekali bagian bangunan. Pola ini juga menambahkan nilai estetika pada struktur (Vernoit, 2000). Pola dan simetri geometris, yang membentuk tubuh seni dalam arsitektur Islam yang terlihat utama, secara alami mengarah pada ide abstrak perihal simetri dan pola. Ini ialah dua pemikiran yang paling mendalam dan luas yang dapat dipahami oleh otak manusia. Potensi seni dalam arsitektur Islam untuk memberikan pengalaman seperti itu timbul dari realita bahwa seni bergantung pada geometri dan eksplorasi contoh dan simetri. Dominasi geometri, sebagaimana dinyatakan selama berabad-kurun, yakni yang tertinggi.

Harmoni cuma mampu benar-benar dialami dalam kesempurnaan bentuk geometris yang paling murni (Abas, 1995). Pola-acuan geometris Islam berkembang di dalam dua jalur sejarah yang terpisah ialah : jalur wilayah timur Persia, Khurasan, dan Transoxiana, dan jalur wilayah barat Maroko dan Andalusia.

Baca juga : 4 Jenis Arsitektur Masjid di Seluruh Dunia

Di kawasan timur, teknik yang digunakan untuk membuat bentuk teladan geometris yang khas ini meraih kematangan selama kurun kelima belas. Di wilayah barat dunia Islam, kedewasaan tiba seabad sarat sebelumnya. Meskipun tidak diketahui secara pasti, sistem yang digunakan dalam membuat pola geometris multi-level sepertinya telah berkembang secara independen di kedua daerah. Yang niscaya yaitu bahwa kemajuan ini mewakili pencurahan kreativitas terilhami yang terakhir dalam sejarah pembuatan acuan geometris Islam yang panjang dan terkenal (Bonner, 2003).

Ornamen bunga

Ornamen bunga, Prophet’s Mosque, Saudi Arabia

Ornamen bunga dalam arsitektur Islam mulai dengan bentuk bunga dengan gaya sampai pernak-pernik bunga yang absurd dan hanya mematuhi hukum irama. Ini ialah grafik aktual dari ritme, setiap baris bergelombang dalam fase komplementer, dan setiap permukaan memiliki pasangan terbalik. Bahasa Arab pada ketika yang sama logis dan berirama, matematis dan merdu, dan ini terpenting bagi semangat Islam dalam keseimbangan cinta dan ketenangan intelektual (Burckhardt, 1967).

Baca juga : doorofperception.com
Ketertarikan Arsitektur Islam pada ornamen yang semakin kompleks dan bermacam-macam kesannya mengarah pada pengembangan beberapa tradisi desain multi-level yang luar biasa. Bentuk pernak-pernik berikut ini menambah motif utama yang berani dengan memasukkan elemen sekunder kecil-kecilan ke dalam area latar belakang bangunan. Anteseden untuk jenis desain bergaya Islam ini mampu ditelusuri kembali ke era kesembilan.

Meskipun acuan-teladan geometris awal seperti ini jarang ada, pada saatnya daya tarik Islam dengan ornamen multi-level menerima pemberian luas pada tiga mode prinsip verbal artistik Islam yang mencakup : desain bunga, kaligrafi, dan teladan geometris. Tradisi rancangan bunga multi-level meraih kematangan selama kurun keempat belas (Bonner, 2003). Berikut ini adalah beberapa pernak-pernik tradisional yang ada dalam bangunan bergaya Islam.

Ornamen geometris

pernak-pernik geometris, Alhambra

Pola geometris menciptakan kekerabatan antara berbagai bab bangunan. Pola ini juga menambahkan nilai estetika pada struktur (Vernoit, 2000). Pola dan simetri geometris, yang membentuk badan seni dalam arsitektur Islam yang tampakutama, secara alami mengarah pada ide absurd perihal simetri dan acuan. Ini yaitu dua gagasan yang paling mendalam dan luas yang dapat dimengerti oleh otak insan. Potensi seni dalam arsitektur Islam untuk menawarkan pengalaman mirip itu muncul dari realita bahwa seni bergantung pada geometri dan eksplorasi contoh dan simetri. Dominasi geometri, sebagaimana dinyatakan selama berabad-kala, adalah yang tertinggi.

Harmoni hanya mampu benar-benar dialami dalam kesempurnaan bentuk geometris yang paling murni (Abas, 1995). Pola-pola geometris Islam meningkat di dalam dua jalur sejarah yang terpisah ialah : jalur wilayah timur Persia, Khurasan, dan Transoxiana, dan jalur daerah barat Maroko dan Andalusia.

Baca juga : Unsur Desain pada Arsitektur Masjid

Di segi lain, latar belakang pernak-pernik bunga utama menyediakan area untuk penambahan lebih lanjut dari bentuk floral sekunder yang lebih kecil dengan gaya yang hampir identik. Pada jenis ornamen ini, motif daun dan bunga dipadukan dengan cabang, namun tidak terperinci. Tanaman yang bahwasanya digunakan untuk membentuknya dengan cara yang berbeda dengan desain bunga multi-level (Bonner, 2003).

Ornamen kaligrafi

Kaligrafi Arab

Kaligrafi Arab yaitu bentuk seni mempesona yang menimbulkan ekspresi yang memadukan makna spiritual dengan keindahan estetika. Ekspresi kaligrafi adalah bagian dekoratif fundamental dari semua bentuk seni Islam, mulai dari Arsitektur sampai desain pernak-pernik, dan telah banyak dipakai sepanjang kurun sejarah dan modern (Massoudy, 1981).

Hati dan jiwa semua Muslim sudah disegarkan oleh keagungan, harmoni, ritme dan fatwa bentuk kaligrafi yang telah mengelilingi umat Islam yang hidup dalam penduduk Islam tradisional dan yang telah mengungkapkan keindahan mereka di halaman-halaman Quran, di dinding masjid dan yang lain termasuk dalam bentuk arsitektur.

Baca juga : doorofperception.com
Ketertarikan Arsitektur Islam pada ornamen yang makin kompleks dan bermacam-macam risikonya mengarah pada pengembangan beberapa tradisi rancangan multi-level yang luar biasa. Bentuk ornamen berikut ini memperbesar motif utama yang berani dengan memasukkan elemen sekunder skala kecil ke dalam area latar belakang bangunan. Anteseden untuk jenis desain bergaya Islam ini mampu ditelusuri kembali ke era kesembilan.

Meskipun teladan-pola geometris awal mirip ini jarang ada, pada saatnya daya tarik Islam dengan ornamen multi-level menerima derma luas pada tiga mode prinsip lisan artistik Islam yang meliputi : desain bunga, kaligrafi, dan pola geometris. Tradisi rancangan bunga multi-level mencapai kematangan selama kala keempat belas (Bonner, 2003). Berikut ini ialah beberapa pernak-pernik tradisional yang ada dalam bangunan bergaya Islam.

Ornamen geometris

pernak-pernik geometris, Alhambra

Pola geometris membuat korelasi antara aneka macam bab bangunan. Pola ini juga menyertakan nilai estetika pada struktur (Vernoit, 2000). Pola dan simetri geometris, yang membentuk badan seni dalam arsitektur Islam yang tampakutama, secara alami mengarah pada ide absurd tentang simetri dan acuan. Ini adalah dua pemikiran yang paling mendalam dan luas yang dapat dimengerti oleh otak manusia. Potensi seni dalam arsitektur Islam untuk menawarkan pengalaman mirip itu timbul dari kenyataan bahwa seni bergantung pada geometri dan eksplorasi pola dan simetri. Dominasi geometri, sebagaimana dinyatakan selama berabad-periode, ialah yang tertinggi.

Harmoni cuma mampu benar-benar dialami dalam kesempurnaan bentuk geometris yang paling murni (Abas, 1995). Pola-acuan geometris Islam berkembang di dalam dua jalur sejarah yang terpisah yakni : jalur daerah timur Persia, Khurasan, dan Transoxiana, dan jalur wilayah barat Maroko dan Andalusia.

Baca juga : 5 Ornamen Khas Ramadhan ini Siap Menghiasi Ruangan

Kaligrafi tradisional selaku seni suci pusat Islam yaitu hadiah dari kebenaran di jantung wahyu pemikiran Islam dari mana seni suci ini berasal. Tetap demikian bagi semua Muslim apakah mereka sendiri sadar akan kebenaran atau apakah mereka tetap puas dengan bentuk-bentuk eksternal, dan lebih jauh lagi, "Dia kini sama mirip Dia" (Hossein, 1987).

Al Muqarnas

Muqarnas di Masjid-I-Shah, Isfahan, Iran

Muqarnas yaitu dekorasi tiga dimensi dalam arsitektur Islam. Kubah di Muqarnas ialah ciptaan yang benar-benar Islami tanpa preseden dalam peradaban apa pun yang terbuat dari kayu, plesteran, batu bata, atau batu. Kubah Muqarnas adalah salah satu ciri khas arsitektur Islam abad pertengahan bentuk Iran ke Spanyol (Tabbaa, 1985).

Muqarnas masih dipakai dalam kubah, relung, lengkungan, dan jalur hiasan yang nyaris datar. Dalam setiap acuan modul serta kedalaman komposisi berlainan dan menyesuaikan dengan ukuran area yang terlibat atau untuk tujuan yang diharapkan, di langit-langit digunakan untuk tujuan arsitektonik yang hendak menawarkan delusi struktural gerakan naik. memuncak dalam kubah kecil.

Baca juga : doorofperception.com
Ketertarikan Arsitektur Islam pada pernak-pernik yang kian kompleks dan bermacam-macam akibatnya mengarah pada pengembangan beberapa tradisi rancangan multi-level yang hebat. Bentuk pernak-pernik berikut ini menambah motif utama yang berani dengan memasukkan elemen sekunder skala kecil ke dalam area latar belakang bangunan. Anteseden untuk jenis desain bergaya Islam ini mampu ditelusuri kembali ke periode kesembilan.

Meskipun pola-acuan geometris awal mirip ini jarang ada, pada saatnya daya tarik Islam dengan ornamen multi-level mendapat derma luas pada tiga mode prinsip ekspresi artistik Islam yang meliputi : desain bunga, kaligrafi, dan teladan geometris. Tradisi rancangan bunga multi-level mencapai kematangan selama periode keempat belas (Bonner, 2003). Berikut ini ialah beberapa pernak-pernik tradisional yang ada dalam bangunan bergaya Islam.

Ornamen geometris

ornamen geometris, Alhambra

Pola geometris menciptakan hubungan antara banyak sekali bagian bangunan. Pola ini juga menambahkan nilai estetika pada struktur (Vernoit, 2000). Pola dan simetri geometris, yang membentuk tubuh seni dalam arsitektur Islam yang tampakutama, secara alami mengarah pada pemikiran absurd wacana simetri dan acuan. Ini yaitu dua pemikiran yang paling mendalam dan luas yang mampu dipahami oleh otak insan. Potensi seni dalam arsitektur Islam untuk menawarkan pengalaman seperti itu muncul dari realita bahwa seni bergantung pada geometri dan eksplorasi pola dan simetri. Dominasi geometri, sebagaimana dinyatakan selama berabad-periode, ialah yang tertinggi.

Harmoni hanya dapat betul-betul dialami dalam kesempurnaan bentuk geometris yang paling murni (Abas, 1995). Pola-teladan geometris Islam berkembang di dalam dua jalur sejarah yang terpisah adalah : jalur kawasan timur Persia, Khurasan, dan Transoxiana, dan jalur kawasan barat Maroko dan Andalusia.

Baca juga : Masjid Tajug Gede Cilodong dengan Arsitektur Khas Sunda

Muqarnas juga merupakan metode linear dan organisasi massa. Ornamen itu beratap mirip tangga dengan sisi dan atap datar. Setiap sisi memotong yang berdekatan di salah satu sudut kanan, atau setengah sudut kanan, atau jumlah mereka, atau kombinasi lain dari keduanya.

Kedua sisi dapat dianggap berdiri di atas bidang yang sejajar dengan cakrawala. Di atasnya dibangun permukaan datar yang tidak sejajar dengan horizon, atau dua permukaan, datar atau melengkung, yang membentuk atapnya. Kedua segi gotong royong dengan atapnya disebut satu sel. Sel-sel yang berdekatan, yang mempunyai basis di satu dan permukaan yang sama sejajar dengan cakrawala, disebut satu tingkat. Ukuran dasar segi paling besar disebut modul Muqarnas. (Dold. 2005).

Demikianlah beberapa ornamen yang sudah ada secara tradisional dalam arsitektur Islam, semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan pembaca.

Referensi :

  • Shafiq, Jeanan. (2014). Architectural Elements in Islamic Ornamentation: New Vision in Contemporary Islamic Art. International Institute for Science, Technology and Education ( IISTE ). Vol 21. 11-21.

Sumber https://www.arsitur.com/

Minggu, 19 Juli 2020

Arsitektur Masjid Al-Mubarok Di Nganjuk Jawa Timur

Masjid yaitu salah satu karya arsitektural peninggalan kebudayaan Islam yang sudah bebuyutan ada di Indonesia, memiliki makna dan nilai historis yang selayaknya dijaga alasannya adanya akulturasi antar kebudayaan dan kepercayaan dengan kebudayaan lain. Arsitur sebelumnya juga sudah menulis beberapa artikel tentang Arsitektur Masjid dan perkembangan Masjid di Indonesia.

Artikel berikut ini akan membahas Masjid Al-Mubarok yang berada di desa Kacangan, kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Masjid al Mubarok merupakan masjid yang sudah ada semenjak tahun 1831 dan termasuk dalam katagori bangunan Cagar Budaya di Kabupaten Nganjuk.

Sejarah Masjid Al-Mubarok

Masjid Al-Mubarok juga dikenal selaku saah satu masjid tertua dan bersejarah yang ada di kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Masjid ini juga mempunyai nama Masjid Yoni Al-Mubarok alasannya adalah ada peninggalan Yoni Kuno di halaman masjid ini yang lalu dialihfungsikan sebagai jam matahari dan sebagai penunjuk waktu sholat. Selain itu masjid ini juga diketahui selaku Masjid Kanjeng Jimat merujuk terhadap nama pembangunnya.

Arsitektur Masjid Al-Mubarok di Nganjuk Jawa Timur

Masjid Al-Mubarok ini dibangun pada tahun 1745 oleh Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Sosro Koesoemo atau Kanjeng Jimat yang merupakan Adipati Berbek pertama yang ditunjuk oleh Kraton Yogyakarta saat itu. Beliau mempunyai wewenang di kawasan ini pada saat hampir seluruh masyarakatnya masih memeluk agama Hindu dari abad kekuasaan majapahit di kaki gunung Wilis.

Bedug di Masjid Al-Mubarok, sumber : singgahkemasjid.blogspot.com

Ada peninggalan ornamen bersejarah di masjid ini seperti Mimbar dari kayu jati berukir yang dibentuk tahun 1758, suatu bedug yang dibentuk padatahun 1759, atap masjid dari material ijuk tahun 1760 yang pada akhirnya diganti sirap. Di halaman depan dimana terdapat yoni, sekarang difungsikan selaku daerah untuk menyaksikan dan memilih waktu sholat. Di area masjid terdapat kompleks makam dari Kanjeng Jimat yang ramai dikunjungi peziarah utamanya pada malam jumat legi.

Yoni di Masjid Al-Mubarok, sumber : singgahkemasjid.blogspot.com

Baca juga : Unsur Desain pada Arsitektur Masjid

Arsitektur Masjid Al-Mubarok

Dari beberapa sumber literatur disebutkan bahwa masjid al Mubarok pada mulanya cuma berupa suatu bangunan tunggal (1 massa) yang mempunyai ukuran 14 m x 14 m. Dengan berkembangnya keperluan akan daerah untuk menampung jumlah jama'ah yang kian meningkat, serta banyaknya pengunjung yang tiba pada Masjid al Mubarok, maka mempunyai efek pada pergantian/penambahan akan bangunan tersebut. Masjid ini sudah mengalami tiga abad pembangunan dan pengembangan, adalah: masa pertama pada tahun 1831 pada kala Tumenggung Sosrokusumo, abad kedua pada tahun berikutnya pada periode Tumenggung Sosrodirdjo yang juga mengalami renovasi pada tahun 1986 oleh prakarasa oleh LB. Moerdani, dan yang terakhir pada kala ketiga pada tahun 2014.

Sumber : Nidzom, dkk (2017)
Sumber : Nidzom, dkk (2017)
Sumber : Nidzom, dkk (2017)


Perubahan yang terdapat pada masjid al Mubarok sudah mengakibatkan bentuk muka/fasad bangunan yang berlainan-beda di masing-masing abad pembangunannya. Karena hal tersebut terjadi dalam era waktu yang berlainan-beda. Perubahan yang sangat terlihat ialah pada fasad bangunan, yang selanjutnya sudah berpengaruh pada komposisi fasad masjid secara keseluruhan. Hal ini besar lengan berkuasa pada karakteristik Masjid al Mubarok. Fasad merupakan faktor penting yang menentukan huruf dari bangunan dan menjadi idetitas bangunan tersebut. Hal ini diperkuat oleh usulan Krier (2001) bahwa fasad bangunan ialah unsur penting dalam arsitektur yang dapat menggambarkan makna dan fungsiarsitektural.

Baca juga : 4 Jenis Arsitektur Masjid di Seluruh Dunia

Komposisi Desain Masjid

Selain itu, pada fasad juga mampu mempresentasikan kondisi dari bangunan tersebut akan kebudayaandan dogma ketika dibangunnya bangunan tersebut.Permasalahan yang muncul tersebut menciptakan perlu adanya kajian kepada komposisi fasad masjidal Mubarok untuk mengenali pergeseran dan perkembangan yang terjadi pada masjid yang sudah terbagi menjadi tiga kurun, sehingga diketahuilah akan komposisi fasad bangunan Masjid al Mubarok.

Masjid al Mubarok memiliki prinsip desain dengan keseimbangan yang simetri secara keseluruhan bangunan; Irama yang dihasilkan yaitu berirama dinamis, memiliki ketinggian banunan 8,45 meter dari tanah,komposisi warnanya monokromatik, teksturnya berangasan dengan adanya tonjolan kolom dan balok, bentuk dasar ialah persegi, arah garis mayoritas horisontal; skala yang dihasilkan yakni skala monumental dengan perbandingan manusia; tidak didapatkanya proporsi dengan prinsip golden section; mempunyai kesatuan yang utuh dan serasi.

Referensi :

  • Krier, R.. 1988. Komposisi Arsitektur, Jilid I. Cetakan I. Terjemahan Effendi Setiadharma. Jakarta: Erlangga.
  • Nidzom, Mohammad Bahrun.,  Antariksa., Abraham Mohammad Ridjal. 2017. Komposisi Fasad Masjid Al Mubarok Di Nganjuk. Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya.

Sumber https://www.arsitur.com/

Senin, 08 Juni 2020

Kumpulan Kartu Ucapan Idul Adha, Template Kosong Bisa Edit

Menyambut perayaan Idul Adha ada banyak aktivitas yang dilaksanakan utamanya penduduk muslim di Indonesia. Selain beribadah dan memangkas binatang kurban, biasanya penduduk saling bersilahturahmi. Tak lengkap rasanya bila tidak mengantarkartu ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha kepada teman atau sobat terdekat.

Berikut ini merupakan kumpulan desain kartu ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha yang bisa sahabat edit sendiri, bisa juga digunakan selaku status atau story di media sosial mirip Facebook, WhatsApp, Twitter atau Instagram. Meskipun teman tidak ikut merayakan Idul Adha, namun mampu tetap mengirimkan kartu ucapan ini terhadap sobat-sobat yang merayakan.

Tinggal save as gambar-gambar berikut ini secara gratis, kemudian langsung edit memakai smartphone atau ponsel kalian masing-masing. Sahabat mampu tambahkan note, quotes atau doa terhadap sobat yang merayakan Idul Adha.

Kumpulan Kartu Ucapan Idul Adha, Template Kosong Bisa Edit

Template Desain Kartu Ucapan Idul Adha di atas mampu teman edit dengan menyertakan teks tahun dan ucapan sendiri di bawah gambar sapi. 

Kumpulan Kartu Ucapan Idul Adha, Template Kosong Bisa Edit

Template Desain Kartu Ucapan Idul Adhadi atas mempunyai tema lampu dan kambing. Letakan teks tahun di bawah tulisan Idul Adha dan di tengan gambar kambing.

Kumpulan Kartu Ucapan Idul Adha, Template Kosong Bisa Edit

Baca juga : Ornamen dalam Arsitektur Islam selaku Elemen Tradisional

Template Desain Kartu Ucapan Idul Adhadi atas mempunyai tema Kabah Mekah. Template ini bisa eksklusif digunakan ata diedit melalui ponsel pintar kalian masing-masing.

Kumpulan Kartu Ucapan Idul Adha, Template Kosong Bisa Edit

Template Desain Kartu Ucapan Idul Adha di atas memiliki ruang kosong di bawah tulisan Idul Adha dan mampu kalian tambahkan note, quotes dan doa.

Kumpulan Kartu Ucapan Idul Adha, Template Kosong Bisa Edit

Template Desain Kartu Ucapan Idul Adha ini memiliki ruang untuk menambahkan banyak goresan pena dan ucapan sendiri di bawah gambar. Bisa juga untuk menyertakan logo atau merk masing-masing.

Kumpulan Kartu Ucapan Idul Adha, Template Kosong Bisa Edit

Template Desain Kartu Ucapan Idul Adha di atas bisa eksklusif digunakan tanpa perlu diedit. Bisa juga disebarkan ke grup sosial media atau dijadikan sebagai story.

Kumpulan Kartu Ucapan Idul Adha, Template Kosong Bisa Edit

Baca juga : 4 Jenis Arsitektur Masjid di Seluruh Dunia

Template Desain Kartu Ucapan Idul Adha di atas bertemakan ketupat dan silahturahmi, silahkan edit sesuai selera masing-masing atau eksklusif digunakan saja.

Kumpulan Kartu Ucapan Idul Adha, Template Kosong Bisa Edit

Template Desain Kartu Ucapan Idul Adha dengan tema bawah umur, cocok dipakai untuk grup sosial media yang telah berkeluarga.

Kumpulan Kartu Ucapan Idul Adha, Template Kosong Bisa Edit

Template Desain Kartu Ucapan Idul Adha di atas memiliki tema kuliner/masakan. Silahkan teman lihat sendiri sajian makanannya sambil mengucapkan Selamat Idul Adha.

Kumpulan Kartu Ucapan Idul Adha, Template Kosong Bisa Edit

Demikianlah perihal Kumpulan Kartu Ucapan Idul Adha, Template Kosong Bisa Edit. Semoga bermanfaat dan bisa digunakan selaku mana mestinya. Terima kasih.
Sumber https://www.arsitur.com/